Edisi 20-03-2017
Penyidik Polda DIY Kesulitan Hadirkan Saksi Kunci, Kasus Mandek


YOGYAKARTA – Penanganan dugaan korupsi dana rekons - truk si (dakons) korban gempa 2006 di Desa Jatimulyo, Dlingo, Ban tul masih belum juga usai.

Pa dahal kasus ini sudah lebih dari setahun ditangani Polda DIY. Warga pun gelisah karena ka sus terkesan jalan di tempat. “Ka mi sempat mendatangi polda dan meminta penyidik me - ngu sut tuntas kasus ini. Warga Ja timulyo jelas merasa diru gi - kan akibat adanya pemotongan da kons oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab,” ung kap Safrudin Tamar, salah satu warga, kemarin. Menurut Tamar, warga ma - sih menunggu kinerja penyidik Ke polisian guna mengungkap para aktor pemotongan da - kons.

Warga tidak ingin oknum te ga memotong dakons yang menjadi hak rakyat kecil bebas ber keliaran dan menghirup uda ra bebas. “Pelaku harus mem pertanggungjawabkan perbuatannya. Dakons yang jumlahnya tidak banyak itu kan hak masyarakat kecil. Kasihan, sudah kena musibah dakons masih juga dipotong,” cetusnya.

Merespons desakan warga, Panit I Subdit IV Pidkor Di res - krimsus Polda DIY AKP Budi Wahyudi mengatakan, pihak - nya terus berusaha memproses ka sus dugaan korupsi dakons di Ja timulyo. Tetapi hingga kini pe nyidikan terpaksa terhenti dikarenakan mereka kesulitan menghadirkan dan memeriksa saksi kunci Lilik Karnaen, man - t an Konsultan Manajemen Ka - bu paten (KMK) dalam pemb a - ngunan rumah rusak pasca - gempa 2006.

“Penanganan kasus tidak bisa diteruskan karena kami ke - sulitan untuk memeriksa Lilik. Karena dia yang telah menye - rahkan uang langsung ke Pai - mo, mantan Lurah Jatimulyo. Paimo mengaku menerima uang Rp80 juta dari Lilik. Akan tetapi kami tak bisa membuktikan status uang yang dibe ri - kan, apakah uang dari pemo - tong an dakons atau bukan,” ucap AKP Budi.

Penyidik, lanjut dia, telah berupaya mencari Lilik ke tempat tinggalnya di Sleman. Ha - nya hingga kini rumahnya da - lam keadaan kosong. Karena itu pe nanganan kasus tersebut un - tuk sementara waktu dihenti - kan. “Penyidik berpendapat ke - te rangan atau pengakuan mantan Lurah Jatimulyo tak cukup untuk menjeratnya tanpa didu - kung alat bukti lain,” katanya.

Mantan Lurah Jatimulyo Pai mo mengakui menerima uang Rp80 juta dari Lilik Kar na - en. Akan tetapi uang tersebut te lah dikembalikan ke kas ne ga - ra melalui Kejari Bantul. Dia bah kan mengaku terpaksa me - min jam uang ke bank untuk me - ngembalikan uang tersebut. “Dari kejaksaan katanya kalau uang dikembalikan saya tidak akan diproses dan uang tersebut sudah saya kembalikan. Akan tetapi sekarang polda gan - tian memanggil dan memeriksa saya,” kata Paimo.

sodik