Edisi 27-03-2017
HKM Tunggu ACC Gubernur


PAGARALAM– Sedikitnya 2.750 hektare lahan telah diajukan sebagai Hutan Kemasyarakatan (HKM) sejak 2013, silam dan telah mendapatkan izin usaha pengelolaan (IUP) dari kementerian kehutanan dan LH.

Korwil Kesatuan Pengawasan Hutan Lindung (KPHL) Kota Pagaralam Yurdan me nya ta - kan, HKM yang diajukan sejak 2013 silam masih tetap di ka - wal. Setelah melewati se rang - kaian tahap, saat ini sudah ke - luar izin usaha pengelolaan (IUP) dari Kementerian Ke hu - tan an. Saat ini tinggal m e - nung gu persetujuan gubernur atau bisa dikatakan seperti izin prinsip.

”Kita terus berusaha agar lahan ini bisa di man faat - kan masyarakat. Apalagi, l a - han ini sudah digarap sebagai ke bun warga,” katanya. Mengenai luasan hutan lindung yang sudah terlanjur digarap sebagai perkebunan yang masuk HKM, kata Yur - dan, areanya mencapai ribuan hektare, digarap 10 kelompok HKM yang diajukan.

Akan te - ta pi, masih adanya kawasan hu tan lindung yang dibuka un - tuk perkebunan, nantinya HKM yang sebelumnya meru - pa kan hutan lindung, bisa dikelola dan diambil manfaat - nya oleh kelompok masya ra - kat dari pohon yang dita - nam. ”Hal ini tujuannya me - ngem balikan fungsi hutan. Adanya HKM ini, kerusakan hutan diharapkan tidak lagi meluas,” tegasnya.

HKM diantaranya berlokasi di kawasan Hutan Lindung Bukit Jambul Gunung Patah, tersebar di tiga kecamatan, seperti Dempo Utara di Dusun Tanjung Taring, Burung Dinang, 401 hektare di Dusun Kerinjing, Agung Lawangan, Dusun Meringang, Penjalang; Kecamatan Dempo Selatan di Talang Camai, Selibar; dan Kecamatan Pagaralam Utara.

Sementara itu, Wali Kota Pagaralam Ida Fitriati Basjuni menuturkan, pihaknya telah berupaya mengusulkan HKM agar warga tidak kehilangan lahan untuk digarap. Namun, ditegaskan, jika HKM telah keluar, dilarang keras untuk kembali membuka lahan di lokasi yang sama.

yayan darwansah