Edisi 21-01-2017
30 PSK Dan 17 PL Dites HIV/AIDS


KEBUMEN – Sebanyak 30 pekerja seks komersial (PSK) dan 17pemandulagu (PL) dikumpulkan oleh Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Aula kantor Satpol PP, kemarin pagi.

Mereka adalah PSK yang biasa mangkal di beberapa tempat prostitusi di Kecamatan Kebumen dan Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen. Sedangkan para LC, adalah sejumlah wanita muda yang bekerja di beberapa tempat hiburan kafe dan karaoke di Kebumen.

Seorang petugas medis di Dinas Kesehatan Kebumen, Tri Anggorowati, menjelaskan bahwa penyakit HIV/AIDS adalah penyakit yang gampang sekali penularannya. Salah satu yang rentan adalah mereka para komunitas PSK dan PL. ”Kami di sini melakukan pengecekan kesehatanpara PSKdanPL. Utamanyamengantisipasisejakdiniada tidaknya mereka yang mengidap HIV/AIDS,” kata Tri, kemarin.

Kepala bidang (Kabid) Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kebumen Sugito mengatakan, pemkab setempat mengaku prihatin dengan tingginya angka pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Kebumen. Sehingga Satpol PP merasa perlu melakukan pengecekan kesehatan para PSK dan PL. ”Khusus PL, mereka pun sangat rentan tertular. Meski mereka adalah bekerja menemani tamu bernyanyi.

Namun, informasi yang kami dapat tidak menutup kemungkinan mereka juga melakukan pergaulan bebas,” kata Sugito. Plt Kepala Kantor Satpol PP Kebumen, Titi Widagni, mengakuprihatinkebanyakanPLyang ada di sejumlah tempat hiburan karaoke adalah mereka yang berasal dari luar daerah. Hampir mayoritas PL di Kebumen tidak memiliki izin kerja malam.

”Seharusnya para PLitumemilikisurat izin bekerja malam, yaitu kerja mulai pukul 23.00 sampai dengan pukul 07.00 WIB.,” kata Titi kepada KORAN SINDO YOGYA, kemarin. Terkait kerja sama yang dilakukan Kantor Satpol PP dengan Dinas Kesehatan setempat, Titi menjelaskan, pihaknya sengaja menggelar razia kepada para PSK dan PL. ”Secara periode kami gelar tes kesehatan wajib bagi para PSK dan PL,” kata Titi.

hery priyantono