Edisi 20-03-2017
Siswa SMP Tewas Tenggelam di Air Terjun


GUNUNGKIDUL – Berenang di area air terjun memang mengasyikkan. Namun hal ini membutuhkan fisik yang kuat karena bisa berakibat fatal apabila kelelahan saat berenang di tengah pemandian air terjun.

Seperti yang dialami Kukuh Nugroho, 16, siswa SMPN 2 Cawas Klaten. Remaja ini tewas tenggelam lantaran terlalu asyik berenang dan mengalami kelelahan di Curug Desa Tegalrejo, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, kemarin pagi. Nyawanya tidak tertolong meskipun beberapa teman dan warga sekitar berusaha memberikan pertolongan saat melihat korban tenggelam.

Informasi yang dihimpun KORAN SINDO YOGYA menyebutkan, peristiwa naas ini berawal ketika korban bersama enam temannya sekitar pukul 09.00 WIB berwisata di objek wisata baru di sisi utara Gunungkidul tersebut. Lokasi yang masih sepi membuat para remaja ini seolah-olah berada di kolam renang sendiri. Merekapun bermain-main di kompleks air terjun tersebut.

Kukuh kemudian menceburkan diri di area curug dan berenang mengitari curug. Beberapa temannya pun ikut bersama Kukuh dan berenang dengan asyiknya. Setelah merasa kelelahan beberapa teman korban pun keluar dari air dan mengajak korban untuk pulang. Namun ajakan beberapa temannya tersebut tidak dihiraukan. Kukuh terus saja berenang dan justru mendekati lokasi tengah yang cukup dalam.

Salah satu teman korban, Irfan, 15 mengatakan, Kukuh memang suka berenang dan mengajak teman-temannya berenang di Curug tersebut. Merekapun ikut berenang bersama. “Namun karena kami takut, kami naik dan mengajak Kukuh pulang. Dia tidak mau dan masih asyik berenang,” tuturnya, kemarin. Sesaat kemudian, dia dan teman-temannya menunggu di sisi atas Curug sambil bercengkrama.

Tiba-tiba saja mereka kaget lantaran Kukuh tidak berada di lokasi dan melihat sisa buih-buih air yang berputar. Mereka berteriakteriak memanggil dan berusaha menolong Kukuh yang tenggelam tersebut. Setelah mendapatkan bantuan warga, tubuh korban berhasil ditemukan di dalam air. Namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

Atas inisiatif warga, kemudian mereka melaporkan peristiwa ini ke Mapolsek Gedangsari. Kapolsek Gedangsari AKP Edi Purnomo mengatakan, pihaknya begitu menerima laporan adanya korban tenggelam di curug langsung mendatangi lokasi. Upaya pemeriksaan para saksi dan juga oleh TKP pun dilakukan. “Kita juga periksa korban bersama tim medis Puskesmas. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan, dan korban diduga mengalami kelelahan saat berenang di dalam curug tersebut,” ungkapnya.

suharjono