Edisi 20-03-2017
Sungai Jadi Tanggung Jawab Bersama


YOGYAKARTA – Kelestarian sungai di Kota Yogyakarta menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Bagi Kota Yogyakarta yang hanya memiliki luas wilayah sekitar 32,5 kilometer persegi, keberadaan sungai saat ini menjadi salah satu objek vital bagi penduduknya. “Keberadaan sungai tidak bisa dilepaskan dalam menjaga kelestarian air. Kami harap masyarakat yang kesehariannya berada di kawasan sungai juga mampu menjaganya agar tetap lestari,” kata Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Sulistiyo, saat peringatan Hari Air Dunia 2017 yang digelar di Sorosutan, Wirogunan, kemarin.

Menurutnya, peringatan Hari Air Dunia juga menjadi momentum untuk melakukan perbaikan di tiga sungai besaryangmelintasiKotaYogyakarta, yaitu Kali Winongo, Code, dan Gajah Wong. Sulistiyo mengaku hingga saat ini sungai masih memiliki persoalan yang cukup pelik. Mulai dari hak sungai yang tidak terjaga, pendangkalan, kondisi talud yang mulai rapuh, hingga rendahnya kesadaran warga yang masih banyak membuang limbah dan sampah ke sungai.

“Tanpa ada kesadaran untuk menjaga hak sungai, dikhawatirkan beberapa waktu ke depan bisa menjadi persoalan baru,” harapnya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Suyana menambahkan, pihaknya secara rutin melakukan pemeriksaan kualitas air sungai. Diakuinya kadar kualitas memang kerap mengalami penurunan akibat pencemaran limbah.

Terutama limbah rumah tangga yang langsung dialirkan ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu. Sedangkan terkait pendangkalan sungai, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono mengatakan, proses normalisasi perlu dilakukan namun tidak serta merta dengan cara pengerukan. Sebabnya, pendangkalan tersebut di satu sisi justru bisa memperkuat pondasi talud.

“Tapi jika sudah mempengaruhi aliran air, maka upaya pengerukan harus dilakukan,” jelasnya. Dalam peringatan Hari Air Dunia kemarin, ratusan masyarakat serta elemen pemerintah menggelar aksi bersih-bersih sungai. Selain itu diikuti penyebaran 5.000 benih ikan yang disebar di Kali Winongo, Code, dan Gajah Wong. Penyebaran ribuan benih ikan diharapkan mampu diimbangi dengan kesadaran masyarakat agar tidak lagi mengalirkan limbahnya ke sungai.

ristu hanafi