Edisi 27-03-2017
Akhyar Setuju Tera Reklame Diberlakukan di Medan


MEDAN – Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution mendukung usulan Anggota DPRD Medan dari Fraksi Golkar Sabar Syamsurya Sitepu untuk memberlakukan tera reklame di Kota Medan.

Dengan demikian, semua reklame yang terpasang di Kota Medan memiliki izin dan jelas kapan berakhirnya. Menurut Akhyar, banyak manfaat yang didapat dari penerapan tera reklame itu. Setiap pemilik tidak akan mendirikan papan reklame yang tidak memiliki izin. Sebab pihak pemasang tentu tidak mau ambil risiko. Begitu juga ketika berakhir masa berlakunya, maka akan diturunkan langsung oleh instansi terkait tanpa harus menunggu lama. “Saya sependapat ini.

Nanti akan kami bahas dan diterapkan secepatnya. Tapi, yang pasti setelah pembongkaran papan reklame menyalahi aturan sedang berlangsung. Cocok juga. Lebih efisien dan energi tidak banyak terbuang,” ujarnya. Selain itu, reklame yang berdiri di Kota Medan tanpa memiliki izin akan dipasang spanduk menyatakan reklame tersebut tidak memiliki izin atau melanggar peraturan.

Selain itu, dibuat ancaman yang menurunkan atau merusak spanduk pemberitahuan tersebut. Dengan begitu pengusaha reklame akan dipermalukan kepada masyarakat. “Ini akan kami berlakukan secepatnya. Penertiban lebih efisien. Tidak harus menghabiskan anggaran besar. Tidak menghabiskan tenaga,” katanya. Dia juga menuturkan, papan reklame yang tidak memiliki izin maupun menyalahi aturan akan dibongkar.

Hal ini sesuai perintah Wali Kota Medan Dzulmi Eldin. Karena Eldin menginstruksikan pembongkaran papan reklame tidak berhenti meskipun banyaknya permintaan khusus dari berbagai oknum. “Pemko Medan tidak akan kalah dari pengusaha. Pembongkaran reklame harus jalan terus sampai tuntas. Tidak akan berhenti. Ini langsung perintah Pak Wali,” ucapnya.

Hanya untuk menetapkan mana papan reklame yang lebih dulu dibongkar diserahkan kepada Satpol PP Kota Medan sebagai pihak yang mengkoordinasikan pelaksanaan pembongkaran reklame. “Terkait yang mana lebih dulu, itu diserahkan kepada Satpol PP. Mereka yang lebih tahu titiktitiknya. Kami akan terus berjalan sesuai aturan dalam penindakan ini,” katanya.

Kasatpol PP Kota Medan Muhammad Sofyan menjelaskan, pembongkaran papan reklame menyalahi aturan di 13 kawasan bebas reklame itu terus dilanjutkan. Bahkan, tidak hanya di kawasan itu, tapi juga di kawasan lainnya. “Yang pasti seluruh papan reklame bermasalah di Kota Medan akan kita bongkar,” katanya.

Untuk mencegah dilakukannya pembongkaran paksa, Sofyan kembali meminta seluruh pemilik papan reklame membongkar sendiri papan reklamenya yang bermasalah, terutama jika papan reklame itu didirikan di 13 ruas jalan bebas reklame. “Kita tidak pernah menoleransi. Seluruh papan reklame bermasalah akan kita tindak. Berhubung petugas kita terbatas, penertiban kita lakukan secara bertahap.

Yang pasti kita tidak pandang bulu, papan reklame bermasalah pasti ditertibkan,” katanya. Sebelumnya, Sabar Syamsurya Sitepu menegaskan, pemberlakuan tera reklame setiap pendirian maupun pemasangan reklame di Kota Medan.

Semua reklame yang berdiri jelas masa berlakunya. Tidak ada permainan maupun PAD jelas masuk ke kas daerah. Begitu juga dalam penertiban papan reklame yang menyalahi aturan, lebih menghemat anggaran dan energi. Cukup dipasang spanduk yang menyatakan reklame tersebut tidak punya izin.

reza shahab