Edisi 11-01-2017
Gelombang Tinggi, Nelayan Takut Melaut


PANGKALANBALAI– Tingginya gelombang laut di perairan Sungsang Banyuasin dan Selat Bangka menimbulkan kekhawatiran sejumlah nelayan untuk melaut.

Akibatnya, harga komoditi ikan laut melonjak seperti yang ter - jadi di sejumlah pasar tradi sional Sungsang. Dari pantauan KORAN SINDO PALEMBANG, naiknya harga ber ba gai jenis ikan laut tersebut su dah terjadi dalam se pekan ter akhir, adapun pe - nye babnya mi nim nya pasokan ikan dan udang. Angga, 20, warga Sungsang mengaku telah sepekan terakhir tidak melakukan aktivitas me - laut, sebab ombak di laut Selat Bangka terutama di Laut Kilong masih tinggi, karena di wilayah sana banyak ikan laut dan udang.

Harga ikan sendiri, kakap yang biasa dijual Rp40.000/kg menjadi Rp50.000/kg, Bawal Hitam dijual Rp40.000/kg, Ikan Tenggiri Rp36.000/kg, Ikan Sembilang dijual Rp20.000/kg. Terlebih banyak pedagang yang takut sekarang ini jika ha - rus menjual ikan laut, lantaran harga yang naik dan pembeli se - ka rang sudah enggan untuk membelinya. Dalam satu hari saja peda - gang tidak menjual banyak ikan, biasanya 10-15 kg/hari dijual, namun sekarang tidak sampai 10 kg/hari yang dijual.

Sementara, Kepala Pelabuh - an Penyeberangan Tanjung Api Api, Sutrisman mengakui jika iklim sudah memasuki musim hujan, dan efeknya pada gelom - bang tinggi air laut dan pasang. Bahkan di pelabuhan TAA me - mang sudah terlihat kenaikan volume air dan arus air mulai saat sore menjelang malam terli - hat kenaikan volume air. Dirinya juga melakukan ko - or dinasi dengan pihak BMKG Pa lembang, untuk melakukan pe mantauan cuaca, dari bebera - pa laporan dan pantauan kapal yang menyebrang, memang ada gelombang tinggi dan ombak di wilayah perairan laut Sungsang hingga Selat Bangka.

Namun untuk antisipasinya, dirinya juga mengharapkan agar nelayan tidak untuk melaut, ka - rena faktor ombak dan hujan me nutupi keberadaan kapal ke - cil untuk menangkap ikan.

M eko arif wibowo