Edisi 27-03-2017
Bayu Berpeluang Bela Timnas U-19


MEDAN – Sempat dicoret dari skuad seleksi Timnas Sepak Bola Indonesia U-19, Bayu Tri Sanjaya kembali berpeluang masuk dalam tim besutan Pelatih Indra Sjafri setelah dipanggil kembali mengikuti pemusatan latihan. DikonfirmasiMinggu (26/3), Bayu Tri Sanjaya membenarkan kabar tersebut.

Dia mengatakan, dari pihak timnas memberitahukanbahwadiakembali dipanggil setelah Indra Sjafri mencoret 12 pemain seleksi. Dia mengaku cukup senang diberi kesempatan mengikuti pemusatan latihan atau training camp (TC) Timnas U- 19 meskipun masih harus bersaing dengan pemain lainnya. “Alhamdulillah, Jumat (24/3) malam lalu saya ditelepon Asprov (Asosiasi Provinsi) PSSI Sumut. Katanya dipanggil ke Jakarta. Tapi masih tunggu kabar pastinya kapan berangkat.

Kemungkinan dalam waktu dekat ini,” kata Bayu. Pemain yang sebelumnya membela PS Kwarta itu mengatakan, dirinya bertekad bisa menembus persaingan di skuad Garuda Muda. Dia ingin mengikuti jejak Satria Wardana, pemain Kwarta yang sebelumnya juga lolos Timnas U- 19 tahun lalu. “Kemarin sempat dengar kabar nggak lolos, tapi ternyata lolos. Saya pastinya senang dan bangga bisa dipanggil untuk TC timnas di Jakarta.

Saya akan memperjuangkan nama Sumut di seleksi nanti dan akan menampilkan yang terbaik,” kata Bayu. Bayu menjadi satu-satunya pemain Sumut dari lima pemain yang mengikuti seleknas di Riau beberapa waktu lalu. Perjuangan pemain yang diketahui punya kecepatan dan stamina cukup baik itu melewati beberapa tahap menyingkirkan ratusan nama, tentu tak ingin disia-siakannya.

“Saya tidak mau buat malu nama Sumut. Saya akan mengeluarkan semua kemampuan saya. Orang tua bilang jangan tinggalkan salat dan jangan sombong. Yang terpenting mereka bangga karena anak laki-laki satu-satunya dipanggil TC Timnas U-19,” ungkap mantan siswa SSB Patriot itu.

Slamet Riyadi, pelatih KwartayangmenanganiBayudi Piala Soeratin lalu memang yakin Bayu bisa menembus persaingan karena memang punya kemampuan. “Bayu memang salah satu pemain binaan Kwarta yang punya kualitas untuk bersaing di level nasional. Secara kualitas fisik dan skill,” kata Slamet, Minggu (26/3). Sementara itu, Chief Eecutive Officer (CEO) PS Kwarta Muhammad Arief Fadillah turut bangga atas lolosnya Bayu.

Menurutnya, apa yang diraih Bayu membuktikan jika pembinaan pemain yang dilakukan Kwarta cukup berhasil. “Dipanggilnya Bayu setelah tahun lalu Satria membuktikan selama ini Kwarta telah melakukan hal yang benar dalam pembinaan pemain muda. Ini membuktikan jika pemain kita punya kualitas dan layak bersaing di level nasional.

Pesan saya semoga Bayu terus berjuang di timnas sampai mendapat tempat utama,” kata Arief. Untuk diketahui, IndraSjafri baru saja memulangkan 12 pemain yang sebelumnya lolos ke pemusatan latihan nasional. Sebagai ganti, Indra memanggil 12 pemain baru yang menurut dia memiliki kualitas kemampuan individu dan visi bermain di atas rata-rata.

Dengan rotasi itu, maka total pemain yang saat ini mengikuti pemusatan latihan di Markas Komando Pasukan Khusus (Kopasus) di Cijantung, Jakarta Timur itu tidak berubah, tetap 35 pemain. Mereka disiapkan untuk membela Indonesia di Piala AFF U-19 di Myanmar pada September mendatang.

Seperti diketahui, Kamis (23/3), Indra Sjafri juga baru melakukan tes paling penting mengetahui kemampuan fisik seorang pemain yakni VO2MAX (kapasitas maksimum tubuh seseorang untuk menyalurkan dan menggunakan oksigen selama olahraga intensitas tinggi) bagi para pemain. Hasilnya VO2MAX para pemain berada di atas ratarata. Mayoritas pemain Garuda Muda, julukan Timnas U-19, berada diangka55ml/kgkeatas.

syukri amal