Edisi 11-01-2017
MA Tambah Hukuman Ketua DPRD OI Setahun


KAYUAGUNG– Hakim kasasi Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan vonis dua tahun penjara kepada Ketua DPRD OI Ahmad Yani dalam kasus penipuan dengan nilai kerugian sekitar Rp1,4 miliar.

Vonis tersebut le - bih tinggi satu tahun di ban - ding kan putusan Pengadilan Tinggi Palembang yang meng - hu kum Yani satu tahun penjara masa percobaan. “Hari Senin (9/1) saya baru te rima petikan putusan ter se - but, dalam petikan putusan ma - je lis hakim tingkat Kasasi, Ah - mad Yani divonis dua tahun pen jara,” kata Ketua Pengadilan Negeri Kayuagung Bambang Joko Winarno di ruang kerj-a - nya, kemarin. Menurut Bambang, Putusan MA dalam perkara ber no mor 1147 K/PId 2015, tanggal 21 Desember 2015, itu secara resmi sudah disampaikan ke Ke jak - saan Negeri (Kejari) OKI. Ting - gal pihak kejaksaan yang me mu - tuskan kapan akan meng ek se - kusi putusan tersebut.

“Putusan MA itu sudah kita beritahukan secara resmi ke Kejari OKI, putusan itu juga kita beritahukan kepada kuasa hukum terdakwa. Untuk ek se - ku si terdakwa, itu kewenangan Kejaksaan Negeri OKI,” ujarnya. Dijelaskan Bambang, se te - lah keluarnya Putusan MA ini, memang masih ada upaya hu - kum yang bisa ditempuh, yakni Peninjauan Kembali (PK). Te - ta pi upaya hukum PK tidak bisa menunda eksekusi putusan MA. “Dipersilakan jika akan me - nga jukan PK, tetapi tidak me - nun da eksekusi yang menjadi ke wenangan kejaksaan,” tu - tur nya.

Diterangkan, Bam - bang, bahwa Majelis Hakim ting kat banding PT palem - bang, telah memutuskan dalam amar Petusan Nomor No 47/pid/2015/PT.plg, tgl 17 ju - ni 2015, ”Putusan PT Pa lem - bang itu telah menguatkan pu - tu san PN Kayuagung, yang telah memutuskan hukuman percobaan 10 bulan terhadap terdakwa A Yani,” terangnya. Kepala Kejari Kayuagung, Viva Hari Rustaman, me nga ta - kan bahwa putusan MA itu su - dah diterima dan telah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi Sum - sel.

“Sudah kita laporkan ke ke - ja ti. Kita masih menunggu pe - tun juk kajati,” katanya singkat. Diberitakan Ketua DPRD O I Ahmad Yani harus diseret ke meja hijau karena diduga telah melakukan penipuan terhadap korban Alex bin Mahmud war - ga Ilir Timur II Palembang yang bekerja sebagai Humas PT Me - ta Pupus Sarana Agro. Ah - mad Yani yang juga adik ipar Man tan Bupati Ogan Ilir Ir H Mawardi Yahya ini diduga telah menipu korban pada tahun 2012-2014.

Modusnya, ter - dak wa mengaku bisa mem ban - tu korban untuk mendapatkan surat izin prinsip dari Bu pa - ti Ogan Ilir karena perusahaan korban akan membuka per ke - bun an sawit di Kecamatan Muarakuang Ogan Ilir. Namun surat izin prinsip yang disepakati tidak kunjung keluar. Padahal Alex telah me - nye rahkan Rp1,4 milyar ke terdakwa. Penyerahan uang itu dilakukan 3 tahap yakni tahap I Rp 200 juta via transfer, tahap II Rp 600 juta diantar ke rumah terdakwa dan tahap III Rp 600 juta diserahkan melalui ke luar - ga terdakwa.

Alex kemudian mem bawa hal ini ke ranah hukum. Hingga akhirnya Yani dihukum dua tahun penjara.

M rohali