Edisi 20-03-2017
13 Proyek Strategis Dievaluasi


PALEMBANG – Pemerintah Pro - vinsi (Pemprov) Sumatra Se latan (Sumsel) berupaya menyinkronkan berbagai tahapan pem ba - ngunan proyek strategis dari pe - me rintahpusat.

Karenaitu, digelar rapatterbataslintassektoryangdi - pimpin langsung Gubernur Sum - selAlexNoer din, akhirpekanlalu. Rapat tersebut digelar un - tuk mengevaluasi progres pem - bangunan 13 proyek strategis yang di antaranya pem ba - ngunan Bendungan Tiga Dihaji di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Kawasan Eko nomi Khusus (KEK) Tan - jung Api-Api (TAA) dan Tanjung Carat, persiapan Institut Olah - raga Indonesia, pembangunan RSUD Sumsel, Tol Palindra, Tol Pematang Panggang-Kayu agung, Tol Palembang-Tanjung Api-Api, Tol Kayuagung-Palembang-Betung, jalur ganda Pra bu mulih- Kertapati, keretaapisimpangTAA, jalur ganda Tan jung Enim-TAA, persiapan ke reta api Palembang- Jambi, ser ta lightrailtransit (LRT).

Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengatakan, kondisi ekonomi saat ini sedang sulit, namun berbagai proyek pem - bangunan khususnya in fras - truktur di Sumsel terus ber - gulir. Secara garis besar ber bagai proyek strategis nasional di Sumsel tidak mengalami ke n - dala. "Mulai dari fasilitas pe - nunjang Asian Games 2018, pembangunan KEK Tanjung Api-Api, hingga berbagai pro - yek prioritas nasional di Sum - sel lainnya terus kita upayakan berjalan lancar dan sesuai harapan," terangnya.

Untuk proyek pem ba - ngunan yang menggunakan anggaran daerah, misalnya pem bangunan RSUD Provinsi Sumsel, Alex menyakini akan segera rampung pada 2018, tapi, menurutnya, pada akhir 2017 diharapkan sudah bisa beroperasi. Untuk anggaran pembangunannya sendiri meng gunakaan dana APBD Sumsel sebesar Rp49,5 miliar, dengan kebutuhan alat kese - hatan mencapai Rp900 miliar, namun baru dipenuhi dari APBD Sumsel tahun ini sebesar Rp98 miliar.

"Ada kebutuhan anggaran Rp800 miliar untuk alkes, akan dipenuhi secara tahun jamak, termasuk juga dukungan sum ber daya manusianya,” papardia. Untuk KEK TAA–Tanjung Carat, Pemprov Sumsel akan membebasakan lahan seluas 150,87 hektare melalui pihak swasta, PT Sriwijaya Tanjung Carat. Selain itu, kendala lain - nya yakni progres kawasan Tanjung Carat belum ter in - tegrasi dengan KEK TAA.

"Sudah diusulkan kepada Dewan Nasional KEK agar Tan - jung Carat dimasukkan ke da - lam kawasan KEK TAA," ujar Alex. Kepala Project Managemen Unit KEK TAA Regina Ariyanti menjelaskan, detail engineering design (DED) dan feasibility study (FS) pelabuhan sudah sele sai sejak 2016 silam, dan PT Pelindo II meminta ada penu - gasan melalui Perpres tentang Pengelolaan pelabuhan Tan - jung Carat. Rekomendasi re - kla masi Tanjung Carat masih dilakukan revisi karena ada perubahan kewenangan.

Sebelumnya, wilayah hing - ga empat mil dari batas darat ke laut merupakan kewenangan bupati. Namun, berdasarkan UU Nomor 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, hingga batas 12 mil dari darat menuju laut merupakan kewenangan gubernur. "Salah satu yang akan kembali dibahas dengan pemerintah pusat, yakni Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kami sudah mengajukan revisi untuk rekomendasi reklamasi ke KKP tersebut," pungkasnya.

tasmalinda