Edisi 27-03-2017
Banjir Rendam Puluhan Rumah


KULONPROGO – Hujan deras yang disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Kulonprogo mengakibatkan air Sungai Gunsheiro meluap merendam puluhan rumah di Kecamatan Panjatan.

Sementara di Kokap dan Kecamatan Galur, sejumlah rumah rusak terkena material longsoran tanah dan rusak akibat tertimpa pohon tumbang. “Sejak pagi air sungai terus naik hingga meluap dan menggenangi rumah penduduk,” jelas Deasy Wulandari salah seorang warga Panjatan, kemarin. Menurutnya, wilayahnya kerap menjadi langganan banjir. Begitu hujan deras tiba, wilayahnya mendapatkana kiriman air dari wilayah Wates. Hingga akhirnya banjir dan menggenangi rumah dan areal persawahan.

Namun air akan kembali berangsur surut bersamaan dengan hujan reda. Camat Panjatan, Sudarmanto mengatakan ada puluhan rumah warga yang terendam yang tersebar di beberapa desa. Mereka belum memiliki jumlah pasti rumah warga yang terendam. Di Desa Cerme terjadi di pedukuhan VII dan X, Desa Tayuban di Pedukuhan I, II dan III. Sedangkan di desa Gotakan di Pedukuhan I dan II serta di Bugel di Pedukuhan III dan IV.

“Jumlahnya masih dalam perhitungan, tetapi masih terus di-update,” jelasnya. Banjir yang terjadi sejak pagi kemarin, tidak separah kejadian-kejadian sebelumnya. Meski begitu ketinggian air bervariasi ahingga 50 cm. Ketinggian air di dalam rumah antara 5 cm hingga 50 cm. Sedangkan di halaman rumah bisa mencapai 50 cm. “Sementara belum ada yang mengungsi, tetapi kita minta waspada,” jelasnya.

Sementara itu Kapolsek Panjatan AKP Wahyu Sudadi mengaku terus melakukan patroli di sejumlah desa. Semua personil diminta siaga dan akan diturunkan membantu warga jika dibutuhkan. Warga sudah dimintai untuk mengungsi.

Di Kecamatan Galur, sebuah pohon kelapa tumbang dan menimpa rumah milik Tumiyanto di Pedukuhan I Brosot.Kondisi rumah korban pada bagian atap mengalami kerusakan dan siang dan langsung dilakukan kerja bakti. Di Kecamatan Pengasih, pohon tumbang juga terjadi di Kalisoko, Margosari dan menimpa tiang listrik.

kuntadi