Edisi 21-01-2017
Alat Berat Tak Bisa Turun


BANTUL – Proyek pengerjaan dampak abrasi Sungai Winongo sekitar Bendung Karang, Kecamatan Kretek dan Sungai Code di sekitar Jembatan Kembangsongo, Kecamatan Jetis yang dijadwalkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang mulai dilakukan awal pekan lalu, molor.

Setidaknya dari dua lokasi itu, terdapat tiga titik yang harus dilakukan ditangani. Pelaksana Harian (Plh) Kepala BPBD Bantul Dwi Daryanto mengakui, karena kondisi cuaca yang masih sering turun hujan, rekanan kesulitan menurunkan alat berat ke sungai. Pun begitu pihaknya memastikan pekan depan pengerjaan kerusakan akibat abrasi sungai sudah bisa dilakukan.

“Kesepakatannya target (pengerjaan) selesai 50 hari,” katanya, kemarin. Untuk melakukan penanganan darurat bencana di dua lokasi tersebut, anggaran yang dilakukan sebesar Rp1,8 miliar dari bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pengerjaan yang akan dilakukan, di dua lokasi tebing sungai yang longsor akan dibangun bronjong.

Kemudian untuk di sekitar Bendung Karang nantinya pada bagian atas akan dibangun ground seal untuk memulihkan sedimen sungai sekaligus sebagai bending sementara. Kepala Dusun Kembangsongo Anom Suroto menyampaikan, longsornya tebing sungai yang belum juga mendapatkan penanganan menjadikan longsoran merembet.

Diakui, saat ini material bangunan untuk pembangunan tebing sungai di sekitar Jembatan Kembangsongo yang longsor telah disiapkan namun belum juga ada tanda-tanda mulai akan dikerjakan. “Kita tetap berharap secepatnya, khawatirnya semakin meluas,” ucapnya.

muji barnugroho