Edisi 21-04-2017
Kebaya Kutu Baru ala Inggrid Kansil


Ketika banyak artis berpakaian serbamewah saat menghadiri acara khusus, tidak demikian halnya dengan Inggrid Kansil. Istri Syarif Hasan itu lebih memilih tampil anggun dengan memakai kebaya ala zaman dulu alias jadul.

Salah satu kebaya yang menjadi favorit Inggrid adalah kutu baru yang kerap dipakai wanita Jawa. Beberapa kebaya bergaya kutu baru dengan pilihan warna cerah seperti hijau, merah, dan oranye menjadi pilihannya. “Saya sangat menyukai tampilan kebaya kutu baru. Jadi, kebaya ini sudah sering dipakai oleh nenek moyang kita dan kebanyakan memadukannya dengan beef. Jadi, desain kebaya ini terlihat memiliki belahan tinggi di bagian depan,” sebut Inggrid.

Menurut Inggrid, kebaya tersebut tidak hanya bisa diaplikasikan dengan bahan brokat, tetapi dapat pula menggunakan kain batik lain. “Batik jenis apa pun bisa terlihat lebih cantik dan elegan bila diaplikasikan ke dalam potongan kebaya ala kutu baru. Kita bisa mengaplikasikannya untuk acara formil ataupun nonformil,” tambahnya. Artis yang pernah menjadi anggota DPR ini mengaku memiliki desainer khusus yang dipercaya untuk merancang setiap koleksi kebayanya. Salah satunya Hengky Kawilarang yang selalu memberikan inovasi baru untuk setiap busana tradisional yang dikenakan oleh Inggrid.

“Untuk urusan desain, saya memang sudah mempercayai sepenuhnya kepada Mas Hengky Kawilarang karena beliau sangat tahu cita rasa saya dan sangat nyaman untuk digunakan dalam setiap kegiatan saya,” katanya. Walaupun kebaya kerap diidentikkan dengan busana formal dan merupakan identitas bangsa, Inggrid berharap busana ini juga bisa diakui keberadaannya oleh dunia internasional. “Dengan saya ikut melestarikan busana tradisional ini, harapannya semoga kebaya Indonesia, ke depan bisa diakui dunia internasional. Bahwa busana yang penuh dengan filosofi ini punya Indonesia,” urai Inggrid.

Menurut Inggrid, kebaya kutu baru mampu memancarkan kesan klasik dan keanggunan wanita Indonesia. Biasanya untuk memunculkan tampilan yang lebih klasik, Inggrid sering memadupadankan kebaya dengan selendang sebagai aksen pemanis. “Model kebaya kutu baru saat ini lebih modifikatif dan tidak terlalu kaku. Jadi, bisa bebas diatur sendiri sesuai dengan ukuran dan bentuk tubuh kita. Begitu pula dengan desain motif yang diinginkan,” kata Inggrid. Kebanyakan kebaya kutu baru yang dikoleksi Inggrid berbahan katun, beludru, hingga brokat yang memang memerlukan perawatan khusus agar bahan dan warnanya tidak mudah rusak. Inggrid pun tak segan memberikan tips bagaimana merawat kebaya kutu baru agar tetap terlihat baru.

“Kebanyakan kebaya kutu baru dibuat dari bahan yang membutuhkan perawatan khusus yang berbeda dari pakaian pada umumnya. Untuk bahan beludru yang biasanya dipakai pada kebaya klasik, lebih baik hanya disetrika dengan setrika uap atau dry cleaning,” sebutnya. Begitu pula kebaya yang menggunakan bahan tiledan lace(renda), bisa memakai setrika uap saja. “Terutama jika ada bahan poliesternya, sebaiknya tidak disetrika langsung karena akan merusak tekstur dan menyebabkan munculnya kilau yang tidak indah dipandang,” saran Inggrid.

Sementara untuk kebaya berbahan katun, tambah Inggrid, lebih mudah perawatannya karena bisa disetrika langsung asalkan proses menyetrika itu dilakukan dari bagian dalam kebaya.

Aprilia s andyna