Edisi 27-03-2017
Gerakan 1.000 Startup Digital Sambangi Kampus USU


MEDAN – Sebanyak 500-an mahasiswa se-Kota Medan antusias menghadiri seminar yang diselenggarakan Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital di Aula Fakultas Farmasi, Universitas Sumatera Utara (USU), Sabtu (25/3).

Gerakan 1.000 Startup Digital ini bertujuan membentuk pola pikir anak muda dalam menyelesaikan masalah melalui teknologi digital. Edy Tan, Strategic Regional Head GO-Jek yang juga menjadi salah satu mitra lokal Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Medan mengatakan, melalui gerakan nasional 1.000 startup digital ini, Medan berpotensi menjadi Startup Hub terkemuka di Indonesia. Karena melihat potensi dari lonjakan angka pengusaha dan didukung lebih dari 50% penduduk usia produktif.

“Medan memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara. Pertumbuhan ekonomi di daerah Sumatra Utara sendiri kian meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan data Bank Indonesia Perwakilan Wilayah Sumatra Utara, pertumbuhan ekonomi di sana pada tahun 2016 naik menjadi 5,5% dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 5,1%,” ungkapnya saat menyampaikan materinya pada seminar Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital.

Adanya peningkatan jumlah pengusaha di Sumatra Utara, katanya, menjadi salah satu faktor tumbuhnya perekonomian setempat. Hasil sensus ekonomi yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatra Utara pada 2016 lalu, jumlah pengusaha di Sumatra Utara meningkat dua hingga tiga kali lipat dari periode sebelumnya.

“Tentu potensi ini menjadi peluang besar agar bisa dikerahkan lebih maksimal untuk industri startup digital.” “Medan adalah kota terpadat ketiga di Indonesia dengan persentase 50% penduduknya berada dalam kelompok usia produktif, yakni 15 hingga 39 tahun. Selain itu, Kota Medan sudah memiliki institusi pendidikan berakreditas A dalam bidang komputer, yaitu Universitas Sumatra Utara yang bisa menghasilkan calon-calon wirausaha muda berkualitas,” ucapnya.

Namun, lanjutnya, industri Medan lebih fokus ke bisnis tradisional seperti agribisnis yang padat karya. Karena para pekerjanya sebagian besar memiliki keterampilan rendah. “Oleh karenanya, melalui Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital, pengusaha dilatih dengan konsep startup digital,” ujarnya. Yansen Kamto selaku Chief Ekskutif KIBAR Kreasi Indonesia yang menjadi pembicara pada seminar Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital mengatakan, Medan merupakan satu dari 10 kota yang akan disambangi.

Gerakan Nasional 1000 Startup Digital karena Kota Medan memiliki peluang dan potensi yang sangat besar. Selaku inisiasi Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital yang didukung Kementerian Komunikasi dan Informatika, pihaknya ingin mencari dan mengembangkan para calon entrepreneur muda dalam menciptakan startup digital yang sustain dan menjadi solusi dari permasalahan yang ada di sekitar mereka.

“Melalui program Gerakan Nasional 1000 Startup Digital ini, para anak muda Kota Medan bisa catch up pada permainan industri startup digital Indonesia. Mereka memiliki semangat dankreativitasdalamdunia kewirausahaan,” ucapnya.

eko agustyo fb