Edisi 11-01-2017
Pemprov Anggarkan Rp4 M untuk Karhutla


PALEMBANG – Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) yang terjadi tahun 2015 menjadi pengalaman bagi pemerintah dae ah agar lebih antisipatif menjaga kawasan hutan terutama lahan gambutnya.

Tahun ini, Pemprov Sumsel menggagarkan Rp4 miliar bagi upaya pence - gahan dan termasuk juga pe - nang gulangan Karhutla. Anggaran sebesar itupun tersebar dalam berbagai satuan perangkat kerja daerah (SKPD) dalam berbagai bentuk kewena - ngan kerja. “Tahun ini, anggaran Peme - rintah Provinsi (Pemprov) bi - dang Karhutla meningkat di - bandingkan tahun 2016. Tahun 2016 saya lupa persisnya, tapi di tahun ini mencapai Rp4 miliar, ta pi itu semua melekat di SKPD ya, yangterbagidalamberbagaike - wenangan,”ungkap Kepala Bap - peda Sumsel, EkowatiRet naning - sih usai membuka acara pe latihan jurnalistik KELOLA Sendang yang diselenggarakan ZSL.

Melekat di SKPD, kata Eko, misalnya upaya pemerintah da - lam pencegahan karhutla pada di - nas pertanian. Upaya yang dilaku - kan dengan menggiatkan sosial - isasi mengubah cara tanam peta - ni terutama pada padi sonor. Upa - ya pencegahan lainnya juga ber - ada di kedinasan lainnya, terma - suk di BPPD Sumsel dalam upaya pencegahan, “Pemprov Sumsel lebih kepa - da dana operasionalnya. Selain itu, juga melekat sesuai dengan tupoksinya,”sambung ia. Upaya penanggulangan kar - hut la inipun, perlu diketahui sta - tus lahan.

Karena, kata Eko, pada lahan yang berstatus konsesi per - usahaan maka perusahaan ber - sang kutan yang berkewajiban gu - na menjaga kawasannya. Masa - lahnya, masih terdapat juga per - usahaan yang belum patuh terha - dapkepatuhansaranadanprasa ra - na mencegah Karhutla di Sumsel. “Tapi Sumsel juga sudah ba - nyak dibantu oleh no goverment (bukan pemerintah), lembaga mi - salnya dari negara-negara Nor - we gia dan lainnya. Lima sampai enam negara yang akan mem - bantu Sumsel dalam upaya Lans - kap Berkelanjutan,”ungkapnya.

Sementara itu, Eko mengata - kan Sumsel akan mendapatkan ang garan yang cukup besar bagi upaya kanalisasi kawasan gam - but. Nilai anggarannya mencapai Rp120 miliar yang bersumber da - ri Badan Restorasi Gambut (BRG), “Nilai itu termasuk upaya monef sebelum pembangunan kanalkanalnya,” sambung ia. Adapun ancaman bencana Karhutla tahun ini juga didukung oleh kondisi iklim yang lebih ke - ring dibandingkan tahun 2016. Kasi Informasi dan Obeservasi BMKG SMB II, Agus Santosa saat dihubungi mengatakan pada ta - hun ini, siklus peningkatan suhu muka laut akan lebih tinggi di - bandingkan 2016.

Mengingat ta - hun 2016, Sumsel dan hampir se - luruh Sumatera juga mengalami La Nina. Fenomena La Nina ialah ke - cenderungan setelah terja di nya El Nina yang mengakibatkan mu - sim kering berlangsung lebih lama di Sumsel tahun 2015, “Kecendrungan lebih panas karena 2016 lebih lembab, tapi bukan juga seperti La Nina di tahun 2015,”ujar Agus. Sementara itu, Pelatihan Jur - nalistik yang diselenggarakan ZSL tidak lain berupaya dalam meningkatkan peran media dalam isu-isu lingkungan dalam Kemitraan pengelolaan Lanskap Sembilang Dangku (KELOLA Sendang).

Program ini menyen tuh dua wilayah di Sumsel, yakni Lanskap antara areal Sembilang, Banyu - asin dan Dangku, Musi Ba nyu - asin. Hadir dalam program pe la - tihan yakni presenter M Fah ran yang juga aktif dalam lembaga no goverment (NGO).

Tasmalinda