Edisi 20-03-2017
Aktivitas Gunung Dempo Meningkat


PAGARALAM – Berdasarkan hasil rekaman aktivitas Gunung Api Dempo (GAD) di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Pos Pemantau GAD Pagaralam, kondisi kekinian mengalami peningkatan.

Ini terlihat dari rekaman em - busan, gempa vulkanik dalam dan vulkanik dangkal. Na mun, aktivitas ini merupakan hal yang normal mengingat GAD merupakan gunung aktif yang bersifat fluktuatif. Kepala Pos Pemantau Gu - nung Api Dempo, Mulyadi me - ngatakan, aktivitas yang terekam merupakan hal yang wajar. Jika terjadi embusan, me nan - da kanmulut kawah terbuka dan gu nung tidak menunjukan ke - kuatan di dalam. Begitu juga de - ngan gempa vulkanik dalam dan dangkaltanda pergerakanmagma.

"Kita malah khawatir jika kondisi gunung diam tidak me - nunjukkan aktivitas. Hal ini ditakutkan gunung meng um - pul kan kekuatan hingga terjadi letusan," kata Mulyadi. Untuk itulah, kata dia, meski aktivitas GAD terekam di alat seismograf, status GAD masih berada di level I aktif normal, terjadi serentetan kegempaan, baik berupa embusan, maupun vulkanik dalam, vulkanik dang - kal, maupun tektonik jauh ad a - lah hal yang biasa terjadi.

"Namun, kita tetap men - gimbau kepada pendaki yang kerap melakukan pendakian untuk waspada. Terjadinya embusan dapat mengeluarkan gas beracun yang jelas berbahaya jika terhirup," katanya. Berdasarkan aktivitas yang terekam sejak sepekan lalu, tercatat pada 9 Maret 2017 lalu, terjadiembusansebanyakduakali, empat kali vulkanik dalam, satu vulkanik dangkal. Kemu dian pada 10 Maret, hanya terjadi dua tektonikjauh, dan11Maretterjadi satukalitektonikjauh.

Pada 12 Maret terjadi sebanyak tigakali vulkanik dalam. Sedangkan pengamatan secara visual cuaca di puncak Gunung Dem poterkadangcerahtam pakje - las, sering pula diselimuti awan te - baldiiringiintensitashujanderas. "Untuk suhu permukaan kawah dempo masih normal. Asap kawah nihil tidak terjadi gelembung udara di dalam kawah GAD,” katanya.

Masyarakat maupun pen - cinta alam yang melakukan ak - tivitas, baik itu disekitar kaw a - san hingga puncak Dempo, di - minta selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama jika ter - jadi fenomena alam sewaktuwaktu dapat berubah. Apalagi dalam kondisi yang mem ba ha - yakan, untuk tetap menjauhi daerah radius aman bencana letusan yang ditetapkan. Sementara itu, Wali Kota Pagaralam dr Hj Ida Fitriati Bas - juni meminta agar siapa saja yang melakukan aktivitas pen - dakian untuk waspada.

Me - mang daya tarik Kota Pag a - ralam adalah GAD yang dalam setahun ribuan pendaki datang untuk menikmati indahnya Kota Pagaralam ini. "Namun, meskipun demi - kian keselamatan harus men - jadi prioritas utama. Kita harap kan, jika kondisi tubuh su - dah tidak sehat untuk tidak naik. Jika sakit di atas, untuk turun secepat mungkin agar bisa mendapatkan perawatan yang layak," pungkasnya.

yayan darwansah