Edisi 11-01-2017
Penyidik Polres OKI Diduga Aniaya Tersangka


KAYUAGUNG- Polres OKI digugat prapradilan oleh Joelian Putra Prata maalias Iyan, 19, warga Perumnas, Ke lurah an Sukadana, Kecamatan Kayuagung.

Dalam gugatannya, termohon ti - dak terima karena dirinya diania - ya oleh penyidik saat diinterogasi dalam kasus melarikan anak ga - dis di bawah umur, saat dalam pe - me riksaan di Sat Reskrim Polres OKI, November 2016 lalu. Sidang praperadilan digelar di PN Kayuagung, Selasa (10/1) yang dipimpin oleh Hakim Mas riati SH dengan agenda pembacaan permo honanpraperadilanolehpemohon, yangdibacakanolehkua sahukum pemohon, Muham mad Daud Dahlan, M Dian Alam Putra dan Romaita di hadapan Kuasa hu kum termohon Rasyid Ibrahim, Ah mad Yani dan Bripka Sigit Hastono.

Dalam surat permohonan pe - mo hon tertera, pada hari minggu (20/11/2016) sekira pukul09.00WIB, ibu pemohon dan ayahnya, datang ke Polres OKI untuk men jenguk pe - mohon. “Saat kedua orang tua pe - mo hon bertemu dengan pemohon, didapati kondisi pemohon wajah - nyababakbelurde nganmatakiri le - bamdanhi dungmemar,” kataDaud. Dalam kesempatan itu pemo - hon mengaku kepada kedua orang tuanya, jika dirinya telah diinte ro - gasiolehpenyidikdenganpaksade - ngancara dipukulidandiinjak-injak oleh penyidik.

“Agar pemo hon me - ngakui perbuatanya yang sa ma sekali tidak pernah dilakukanya.” Pengakuan pemohon, bahwa penganiayaan dilakukan penyi - dik pada hari Jum’at (18/11/2016) diruang PPA, lalu pada hari Sabtu pemohon kembali dipukuli se - banyak dua kali di dalam sel ta - hanan,” jelasnya. Melihat kondisi anaknya yang penuh lebam, kedua orang tua pemohon meminta kepada pihak Polres OKI untuk memeriksakan ke sehatan anaknya. Pemohon ju - ga telah melaporkan perbuatan ini ke Propam Polda Sumsel dan Propam Polres OKI, Komnas Ham dan Kompolnas di jakarta.

Menurut kuasa Hukum Pe mo - hon, bahwa tata cara penyidik an itu tidak sesuai dengan kepu tus an ka - polri No. Pol.Skep/1205 /IX/2000 tentang juknis proses penyidikan tindak pidana. Bah wa penyidik dilarang menggu nakan kekerasan atau pene kanan dalam bentuk apapun da lam pemerik saan. ”Hal ini juga berkaitan dengan sa lah satu hak yang dimiliki oleh ta - han an, yaitubebasbebasdari te kan - an, intimidasi, ditakut-ta kuti dan disiksa secara fisik,” ungkapnya.

Kuasa hukum termohon (pol - res OKI), Rasyid Ibrahim, Ahmad Yani dan Bripka Sigit Hastono mengaku penangkapan dan pe na - hanan terhadap tersangka (pe mo - hon) sudah tepat dan sudah sesuai dengan aturan hukum yang berla - ku. “Memohon kepada hakim yang me meriksanperkarainiun tukMe - nolak semua permo honan pe mo - hon, karena apa yang dimo hon kan itu mengada-ada,” katanya.

Menurutnya, bahwa penyidik menangkap dan memeriksa Ter - sangka berdasarkan laporan orang tua koran, bahwa pada bu lan juni 2016, tersangka Julian Pu tra Pra - ta ma alias Iyan mela ri kan dan Te - lah menyetubuhi kor ban Mega Mutiara yangmasihdibawahumur sebanyak 30 kali, tersangka di jerat Pasal 81 ayat 2 Undang-undang perlindungan anak,” pungkasnya.

M rohali