Edisi 27-03-2017
Pengosongan Kompleks Asrama Abdul Hamid Ricuh


MEDAN – Pengosongan sejumlah rumah di Kompleks Asrama TNI Abdul Hamid Terletak di Jalan Gatot Subroto KM 10 Medan-Binjai, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (26/3) siang, berlangsung ricuh.

Ratusan prajurit TNI Kodam I Bukit Barisan nyaris bentrok dengan para keluarga pensiunan TNI yang menempati perumahan tersebut. Kericuhan mulai terjadi ketika para keluarga pensiunan TNI menghadang ratusan prajurit TNI yang akan melakukan pengosongan di beberapa rumah di pensiunan TNI di Kompleks Perumahan Asrama Abdul Hamid. Para keluarga pensiunan TNI bersama warga sekitar melakukan perlawanan dengan cara menghadang ratusan prajurit TNI lantaran mereka tidak terima adanya penertiban tersebut.

Apalagi penertiban rumah tersebut dilakukan jajaran Kodam I Bukit Barisan karena penghuninya bukan lagi prajurit TNI yang masih aktif bertugas. Warga pun melakukan blokade jalan dengan membakar puluhan ban bekas di tengah badan jalan. Akibatnya, arus lalu lintas yang menghubungkan Medan-Binjai tepat di depan lokasi pengosongan rumah itu.

Sejumlah personel TNI yang tadinya melakukan penggusuran terpaksa membubarkan paksa kerumunan warga yang berada di jalan raya itu. Beberapa warga yang melakukan perlawanan kemudian dikejar. Salah satu keluarga pensiunan TNI, Neti, mengungkapkan, tidak terima penggusuran atau pengosongan karena tidak adanya ganti rugi yang diberikan.

Sebab, rumah dinas yang sudah ditempati keluarganya puluhan tahun ini dan banyak dilakukan renovasi dengan mengeluarkan biaya yang sangat besar. Asisten Logistik (Aslog) Kodam I Bukit Barisan Kolonel ARM Anggoro Setiawan mengatakan, pembubaran paksa terhadap warga yang memblokir jalan harus dilakukan karena dianggap mengganggu kelancaran lalu lintas.

Menurutnya, pengosongan rumah dinas tersebut dinilai sudah tepat karena ada sekitar 120 rumah yang ditempati orang yang tidak aktif lagi. ”Hari ini rencana ada empat rumah yang mau dikosongkan, tadi ada satu keluarga membuat pernyataan akan mengosongkan sendiri. Kalau secara keseluruhan direncanakan ada 120 rumah dinas,” katanya.

Anggoro menegaskan, pihaknya sudah menyurati para keluarga yang menempati rumah dan dinilai tidak berhak tersebut untuk melakukan pembongkaran. Akan tetapi hingga tiga kali disurati tidak juga dilakukan pengosongan sendiri.

”Kalau terkait aksi blokade jalan tadi, kami khawatir itu didanai bandar narkoba di kawasan ini. Karena selama ini peredaran dan penggunaan narkoba di sini sangat mengkhawatirkan. Makanya salah satu tujuan dari pengosongan ini adalah untuk mengantisipasi maraknya peredaran narkoba,” tandasnya.

irwan siregar