Edisi 20-03-2017
Bensin Dihapus di Sibolga – Tapteng


SIBOLGA - Bahan bakar minyak (BBM) jenis premium (bensin) dihapus dari wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). PT Pertamina di daerah itu tidak lagi mendistribusikan BBM jenis premium ke SPBU sejak Jumat (18/3).

”Iya benar, bensin bakal tidak ada lagi diperjualbelikan SPBU di Sibolga dan Tapteng. Terhitung sejak Jumat (18/3), penebusan bensin di Pertamina Sibolga sudah tidak berlaku lagi,” ungkap pengawas SPBU Taman Bunga Sibolga, Gordon Simanjuntak, Minggu (19/3). Dengan tidak berlakunya lagi penebusan bensin ini, ungkap Gordon, maka seluruh SPBU di wilayah kerja Pertamina Sibolga diwajibkan untuk menyalurkan pertalite dan pertamax sebagai bahan bakar kendaraan pengganti premium.

”Jika masih ada SPBU yang menjual premium atau bensin saat ini, itu hanya menghabiskan stok. Sebaliknya, jika tidak ada lagi itu berarti SPBU tersebut sudah harus mendistribusikan pertalite dan pertamax. Hal ini sesuai aturan yang telah diterbitkan oleh pihak Pertamina,” ucapnya. Sementara itu, terbitnya peraturan penggantian premium ke pertalite dan pertamax mendapat protes dari sejumlah warga pengguna kendaraan di Kota Sibolga dan Tapteng, terutama mereka yang selama ini menggunakan bensin sebagai bahan bakar kendaraannya.

”Saya pribadi sangat keberatan dengan keputusan itu. Soalnya, harga jual bensin jauh lebih murah dibandingkan pertalite. Contohnya, bensin selama ini dijual dengan harga Rp6.450 per liter, tapi tidak dengan pertalite atau pertamax. Pertalite itu dijual dengan harga Rp7.350 per liter atau harganya naik hampir Rp1.000 per liter dari harga Premium,” ucap S Hutagalung, salah seorang penarik becak bermotor di Kota Sibolga.

Hutagalung mengkhawatirkan, kondisi ini menyebabkan terjadinya kenaikan tarif angkutan, baik angkutan penumpang maupun ekspedisi. Ia juga khawatir peralihan bahan bakar bensin ke pertalite atau pertamax berimbas kepada harga jual bahan kebutuhan pokok. ”Tentu saya sudah berpikir untuk menaikkan ongkos penumpang karena pengalihan penggunaan bahan bakar kendaraan ini akan menambah beban pengeluaran saya, walaupun bahan bakar yang saya butuhkan masih relatif kecil,” ujarnya.

Pengguna kendaraan lainnya, L Simanjuntak, juga mengaku sangat keberatan dengan kebijakan Pertamina yang tidak lagi mendistribusikan premium ke SPBU di Kota Sibolga dan Tapteng. ”Ini namanya kebijakan sepihak, tanpa pemberitahuan dan sosialisasi. Bahkan kita tidak tahu apakah tujuannya baik atau tidak. Tapi yang pasti, Pertamina seharusnya tidak semena-mena mengambil keputusan tanpa mempertimbangkan kepentingan rakyat kecil terlebih dahulu,” tandasnya.

jonny simatupang