Edisi 27-03-2017
PSMS Harus Perbanyak Uji Coba


MEDAN - Meskipun berlabel laga persahabatan, duel antara PSMS Medan kontra Persib Bandung di Stadion Teladan, Minggu (26/3) sore, berlangsung panas dan berakhir tanpa gol.

Ke depan, PSMS masih perlu perbanyak uji coba. Kendati tercipta banyak peluang pada pertandingan yang disaksikan sekitar 30.000 penonton tersebut, tidak satu pun gol tercipta hingga bunyi peluit akhir. Memainkan kombinasi pemain muda dan pemain berpengalaman, kedua tim tampil terbuka sejak awal peluit dibunyikan. PSMS Medan mengusung skema permainan 4-4-2, sementara MaungBandung- julukanPersib-mencoba memanfaatkan daya gedor serangan dengan formasi 4-4-3.

Pada pertandingan yang disaksikan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, dan sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat Sumut itu, PSMS sempat membuka peluang pada menit 10. Sayang, sundulan Choirul Hidayat digagalkan kiper Persib, M Natsir. Selanjutnya jual-beli serangan terjadi. Permainan keras yang diperagakan tim berjuluk Ayam Kinantan harus berbuah kartu kuning bagi Kapten PSMS Legimin Rahardjo pada menit 25 babak pertama.

Pada menit 22, giliran Persib membuka peluang, namun gagal berbuah gol setelah bola menyamping ke sisi kiri gawang kiper PSMS, Abdul Rohim. Anak asuh Djadjang Nurdjaman yang ngotot merobek jala gawang PSMS nyaris berhasil melalui kapten mereka, Atep, pada menit 32. Beruntung sepakannya melebar ke sisi kanan gawang PSMS. Beberapa menit kemudian, giliran pemain tengah Persib, Dedi Kusnandar, yang gagal memaksimalkan peluang. Bola yang dilesakkannya menyamping ke sudut kanan gawang PSMS Medan.

Babak pertama pun berakhir 0-0. Memasuki babak kedua, Legimin Rahardjo cs mencoba menekan. Skuad Ayam Kinantan langsung tampil menyerang dan hampir mengubah kedudukan pada menit 47. Striker Dwi Chandra Rukmana yang lolos dari penjagaan pemain belakang Persib berhasil menggiring bola ke arah gawang lawan. Namun, bola yang menggelinding gagal dikuasai pemain PSMS dan berhasil diamankan kiper Persib.

Derasnya pola penyerangan PSMS membuat Pelatih Djadjang Nurdjaman melakukan dua pergantian pemain pada menit 50. Agung Mulyadi keluar digantikan Tantan, sementara Vladimir Vujovic masuk menggantikan Wildansyah. Satu menit berselang, Stadion Teladan bergemuruh ketika umpan silang dilesakkan Dedi Kusnandar ke kotak penalti Persib. Sayang, Dwi yang berlari gagal menyambut umpan crossing tersebut.

Pada menit 54 Suhandi mencoba melakukan shooting langsung, tapi dengan cekatan kiper Persib menghentikan laju bola masuk ke gawangnya. Persib yang membangun serangan, juga hampir mengubah kedudukan jika saja tembakan Vladimir tidak mampu dihadang pemain belakang PSMS. Selanjutnya, shooting Kim Jeffrey Kurniawan digagalkan kiper PSMS. Atep juga kembali gagal melesakkan gol pada menit 65. Memanfaatkan bola umpan crossing, tembakannya melambung di atas mistar gawang PSMS.

Pemain belakang PSMS Derry Erlangga juga sempat membuat penonton gemuruh ketika memanfaatkan bola liar pada menit 67. Tapi sayang, tembakannya berhasil dihalau kiper Persib. Panasnya laga sore itu sempat membuat Kapten PSMS Legimin Rahardjo ditandu ke luar lapangan pada menit 70 setelah berbenturan dengan pemain Persib. Namun, pemain senior tersebut kembali masuk bertanding.

Pada menit 83, PSMS baru melakukan pergantian dua pemain sekaligus, yakni gelandang I Wayan Eka dan striker Imam Baihaqi masuk menggantikan Legimin dan Dwi yang memang sebelumnya sempat dirawat di dalam lapangan karena cedera. Menanggapi hasil pertandingan ini, Pelatih PSMS Mahruzar Nasution memuji kedisiplinan timnya.

Kendati kalah dalam urusan kemampuan individu dengan sejumlah pemain Persib, kedisiplinan anak asuhnya membuat serangan Maung Bandung tidak berbuah gol. “Anak-anak disiplin posisi. Memang kalah skill , tapi dengan disiplin, serangan Persib bisa dibendung. Ini awal bagus bagi persiapan tim jelang Liga 2 PSSI 2017,” ucapnya. Memang masih banyak yang perlu dibenahi. Misalnya attacking yang kurang berkembang dan hal itu akan menjadi bahan evaluasi.

Mahruzar memuji animo luar biasa masyarakat Kota Medan untuk menyaksikan langsung pertandingan tersebut. “Ini harapannya sebagai momentum kebangkitan dukungan masyarakat bagi PSMS,” katanya. Manajer Persib Bandung juga memuji performa PSMS Medan. “PSMS kompak. Saran saya, PSMS lebih banyak uji coba dengan tim besar seperti Persib,” ucapnya.

Soal kegagalan Persib melesakkan gol ke gawang PSMS Medan, menurut Umuh, bukan masalah. “Kedatangan Persib, tujuannya menghibur masyarakat Medan, sekalian pelatih ingin memberi kesempatan terhadap pemain muda Persib,” pungkasnya. Laga PSMS kontra Persib memang layak disebut sebagai laga El Clasico rasa Indonesia. Betapa tidak, dua tim dengan sejarah gemilang di liga sepak bola Indonesia itu sarat gengsi di setiap pertemuannya.

Teranyar kala liga sepak bola Indonesia dilanda dualisme, PSMS bertanding kontra Persib di Stadion Teladan, 17 Juni 2012 lalu, Persib harus mengakui keunggulan PSMS setelah takluk 2-3 dalam duel panas di Stadion Teladan. Sebelumnya, Persib menang 3-1 kontra PSMS pada 9 Januari 2012 di Stadion Si Jalak Harupat Bandung. Pertemuan pertama antara kedua tim legendaris Indonesia terjadi di partai final era Perserikatan 1967. Saat itu Persib takluk 0-2 dari PSMS Medan.

Tahun 1983 di partai final kompetisi Perserikatan 10 November 1983, Persib kembali harus menyerah 2-3. Pada 1985 masih di final Perserikatan, kedua tim kembali bertemu di Stadion Senayan yang kini bernama Stadion Utama Gelora Bug Karno (SUGBK). Sebanyak 150.000 penonton memadati stadion terbesar di Tanah Air itu.

Persib sempat memiliki asa karena mampu menyamakan skor setelah lebih dulu tertinggal dua gol (0-2). Kali ini PSMS kembali menang 3-4 lewat adu penalti. Kini, kedua tim berada di kasta berbeda. Persib yang selalu difavoritkan sebagai juara kembali mencoba peruntungan di Liga I 2017 PSSI, sementara PSMS yang harus berjuang di Liga 2 bertekad kembali masuk ke liga kasta tertinggi Tanah Air musim berikutnya.

syukri amal