Edisi 20-03-2017
Cangkok Ginjal Terhambat Pendonor


PALEMBANG – Jumlah penderita gagal ginjal dinyatakan terus meningkat. Sementara pengobatan medis dengan metode cuci darah (hemodialisis) juga masih terbatas sarananya.

Karena itu, operasi cangkok ginjal dikenalkan sebagai so - lusi utama. Namun demikian, Dokter Spesialis Ginjal Rumah Sakit dr Mohammad Hoesin (RS - MH) Palembang, Ian Effendi mengatakan, proses trans - plantasi ginjal seringkali sulit mencari pendonor ginjalnya. Apalagi Kriteria pendonor makin diperketat oleh K emente - rian Ke sehatan (Kemenkes). Transplantasi ginjal diha - dap kan pada jumlah penderita gagal ginjal yang terus me - ningkat setiap tahunnya.

Di In - donesia, peningkatannya te r - jadi 150:1 juta orang tiap ta - hunnya, dan di Sumatra Se la - tan (Sumsel) sendiri terdapat 400 penderita yang menjalani pengobatan hemodialisis. “Dengan jumlah mesin cuci darah yang bertambah, dan sekarang sudah ada 40 mesin cuci darah, ternyata belum juga seimbang dengan peningkatan jumlah pasien gagal ginjal,” katanya usai seminar bersama penderita dan keluarga pen de - rita gagal ginjal yang di se leng - garakan di RSMH Palembang, kemarin.

Peningkatan penderita ga - gal ginjal, menurutnya, di se - babkan tiga faktor, di anta ra - nya saat ini masyarakat makin percaya akan pengobatan me - dis cuci darah tersebut. Sehing - ga, setelah divonis mengalami gagal ginjal dengan cepat me la - kukan pengobatan he mo dia - lisis. Selain itu, faktor ke uang - an. Dengan sistem jaminan kesehatan yang ditanggung pemerintah, membuat masy a - rakat lebih memilih cuci darah ke - timbangpengobatanlain nya.

“Ketiga yang perlu dian ti - sipasi masyarakat, yakni pola makan. Sistem konsumsi yang makin kurang sehat, mas yarakat akan makin berpotensi mengalami gagal ginjal,” pap ar - nya.Karena penderita gagal ginjal dipicu oleh tiga penyakit kronis, di antaranya darah ting - gi (hipertensi), diabetes, dan kegemukan (obesitas). Ketiga penyakit ini, kata Ian, lebih mempercepat kerusakan pada ginjal.

Sementara pengobatan yang dianjurkan juga dise suai - kan dengan tingkat kerusakan ginjalnya. “Cangkok (transplantasi) ginjal disarankan jika 50% lebih ginjal mengalami keru sa - kan. Untuk cangkok, juga dibutuhkan organ pendonor yang diperkenankan dari sisi medis dan hukum,” imbuhnya. Dari sisi medis, ginjal yang paling produktif merupakan ginjal yang berasal dari ka - langan keluarga dengan hu - bungan yang terdekat.

Mi sal - nya, anak pada ibu atau aya h - nya atau saudarasatuibudanayah yang memiliki kedekatan genetika organ tubuh. Selain itu, organ yang akan dido nor kan tentudalamkondisiyangsehat. “Pendonor juga yang m e me - nuhi syarat hukum, misalnya pendonor memberikan don or - nya tanpa imbalan (sukarela). Karena praktik jual beli organ sangat melanggar hukum,” terangnya. Pada awal April mendatang, RSMH Palembang akan mel a - kukan operasi transplantasi ginjal kedua kalinya.

Seb elum - nya, transplantasi ginjal di Ja - nuari 2016. Pada cangkok ginjal kedua ini dilakukan pada seorang ayah yang mengalami gagal ginjal dan mendapatkan ginjal dari putrinya. “Untuk yang kedua kalinya ini, dijadwalkan tahun lalu, na - mun terundur karena masalah teknis, termasuk sharing pembiayaan antara BPJS dan ru - mah sakit.

Tahun ini, klaim cang kok ginjal pada pasien kelas I mengalami pening ka - tan, yang sebelumnya Rp250 juta menjadi Rp400 juta, sementara kelas II dan III masih sama Rp250 juta,” pungkasnya. Peningkatan jumlah pen de - rita gagal ginjal juga berada di kisaran usia anak-anak. Ibu seorang penderita ginjal, Yessi Wijaya, 38, mengungkapkan keinginannya melakukan do - nor ginjal bagi anaknya.

Akan tetapi, ia dan pihak keluarga masih memilih menjalani he - modialisis karena sang anak yang baru berusia satu bulan terakhir dirawat di RSMH Pa - lembang. “Awalnya keluarga tidak menyangka jika Dwi me - ngalami gagal ginjal. Saat di sekolah, ia tiba-tiba pingsan dan harus menjalani rawat inap di rumah sakit di Bengkulu. Setelah divonis gagal ginjal, pihak rumah sakit merujuk ka - rena belum tersedia hemo - dialisis bagi anak-anak di ru - mah sakit tersebut. Saya ingin juga banyak tahu tentang cang - kok ginjal (transplantasi) ter - sebut,” ungkapnya.

tasmalinda