Edisi 20-03-2017
Gadis Belia Diduga Korban Perdagangan Manusia


PALEMBANG - Se - orang gadis belia di - temukan dalam ke - adaan tak sadar kan diri di pinggir jalan, Minggu (19/3) pa - gi. Gadis yang bela - ka ngan diketahui ber nama Marcel, 16, warga Tange rang itu ditemukan persis tak jauh dari Mapol - resta Palem bang.

Kabag Ops Pol res ta Palembang Kompol Andi Kumara me ngatakan, saat ditemukan, gadis belia terse but mengenakan baju kaos warna putih de ngan ditutupi pakaian panjang warna coke lat serta mengenakan celana jins. “Saat ditemukan, anak tersebut dalam keadaan pingsan. Sudah kita bawa ke klinik untuk diobati. Saat ini sudah sadar tapi kondisinya masih linglung, belum bisa dimintai keterangan secara mendalam,” ungkap Andi, kemarin.

Andi mengungkapkan, saat ini gadis belia tersebut sudah diserahkan ke Unit Per lindu - ngan PerempuandanAnak(PPA) Sat reskrimPol - restaPalembang, gunamenyelidiki asalusulnya. “Anak tersebut masih kita amankan dan perlahan-lahan ju - ga masih dimintai ketera ngan,” tuturnya. Ditanya mengenai adanya indikasi penculikan terhadap gadis belia tersebut, Andi belum bisa memastikannya. “Belum bi - sa kita simpulkan lebih jauh. Ma - sih akan dilakukan penyelidikan dulu.

Yang jelas jika ada masya - rakat yang mengenal anak ini diharapkan segera melapor ke kantor polisi terdekat atau da - tang langsung ke Polresta Palem - bang,” jelasnya. Adanya indikasi perdaga - ngan manusia itu mencuat sete - lah Marcel mengaku, dirinya da - tang ke Palembang pada tahun 2014 silam. Di mana awalnya di - ri nya dijemput oleh salah se - orang teman yang dikenalnya melalui jejaring sosial facebook, bernama Safira.

Saat itu, Safira merayu Marcel untuk berkun jung ke Palembang dengan tu ju an li buran. Saat itu, Marcel ikut ke Palembang ber - sama Safira de ngan menggu - nakan mobil travel. “Saya pernah sekolah di SMP Negeri 12 Tangerang. Waktu di - ajak, saya masih kelas 2 (VII). Ke - nal dengan Safira melalui face - book dan diajak main ke Palem - bang. Saya akhirnya ikut, Safira menjemput saya di rumah dan pamitan sama ibu saya,” kata Mar cel terbata-bata.

Hanya saja, kata Marcel, saat tiba di Palembang, dirinya justru di jadikan pelayan di sebuah kafe yang berada di kawasan Sungki, Kertapati. “Sampai saat ini saya ti dak tahu kota (Palembang) ini. Sa ya tidak pernah jalan-jalan. Kalau malam saya hanya diajak kerja di kafe untuk menemani tamu. Saya ju ga dikasih minum mi - ras,” ung kap gadis berkulit sa - wo matang itu.

Dia mengaku, selama diajak ke Palembang dan bekerja, diri - nya tak pernah menerima upah dari Safira. “Setiap hari begitu saja aktivitas saya. Saya tinggal di rumah Safira. Di sana juga ada ma manya. Tempat tinggalnya ju - ga tak jauh dari kafe,” terangnya. Tak kuasa lagi menahan pen - de ritaan itu, Marcel akhirnya memutuskan untuk melarikan diri dari kafe tempatnya bekerja pada Sabtu (1/3) malam. “Saya jalan kaki dari kafe. Tu - juannya memang mau cari kan - tor polisi. Saya sudah tidak ta - han, saya mau pulang,” katanya.

adi haryanto