Edisi 27-03-2017
Pemkot Permudah Legalitas Usaha Pahlawan Ekonomi


SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mempermudah legalitas perizinan usaha bagi warga Kota Pahlawan yang tergabung dalam Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda Surabaya.

Kepala Humas Pahlawan Ekonomi Agus Wahyudi mengatakan pelayanan ini sebenarnya sudah dimulai sejak Februari 2017. Seluruh anggota Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda, menurut dia, bisa mengurus legalitas perizinan seperti SIUP, TDP, atau merek melalui pelayanan terpadu ini. “Juga disediakan konsultasi,” ujar Agus. Menurut dia, mereka tidak perlu lagi ribet dalam mengurus legalitas perizinan yang berkaitan dengan usahanya karena Pemkot Surabaya kini punya layanan terpadu untuk memudahkan usaha mereka.

Layanan terpadu digital marketing dan financial literacy tersebut di-launching oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di Kapas Krampung Plaza (KaZa) Surabaya, Sabtu (25/3). Agus mengatakan jadwal layanan terpadu ini setiap minggu terakhir setiap bulan yang berlokasi di KaZa yang juga dijadikan tempat pelatihan anggota Pahlawan Ekonomi dan Pejuang Muda.

Untuk itu dia mempersilakan bagi warga Surabaya yang tertarik bergabung di Pahlawan Ekonomi (usia 40 tahun ke atas) dan Pejuang Muda (usia 40 tahun ke bawah) datang langsung ke KaZa setiap akhir pekan. “Jadi, selain bisa pelatihan juga mengurus perizinan usaha di sini. Pelayanan ini gratis. Ini momen untuk memudahkan dan juga mendekatkan pelaku UMKM supaya tidak ribet dalam mengurus perizinan ini,” ujarnya.

Launching layanan terpadu ini direspons bagus oleh pelaku UKM. Salah satunya Diah Arfianti. Pemilik UKM Diah Cookies ini menyebut, pelayanan terpadu tersebut akan sangat membantu para pelaku UKM. Sebab mereka kini bisa lebih hemat waktu karena pelatihan dan perizinan ada di satu tempat.

“Jadi lebih praktis. Ini sangat membantu. Apalagi, pelaku usaha ini kan waktunya tidak bisa diprediksi. Terkadang kita produksi atau ada keperluan lain. Nah, dengan adanya pelayanan ini, kita dipermudah untuk mendapatkan apa yang kita butuhkan,” ujar Diah.

ant