Edisi 27-03-2017
Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah


MALANG - Puluhan rumah di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang porakporanda setelah diterjang puting beliung, Sabtu (35/3) sore.

Camat Dau, Eko Wahyu Widodo mengatakan, pada malam harinya puting beliung kembali terjadi. Kali ini Desa Mulyoagung yang menjadi sasaran. Kendati tidak ada korban jiwa, puting beliung yang terjadi beberapa menit itu membuat warga waswas. Banyak pohon tumbang salah satunya menimpa Gedung SDN 01 Landungsari. Eko mengatakan, penanganan situasi di dua desa tersebut telah dilakukan aparat kecamatan dibantu TNI/Polri dan relawan PMI hingga kemarin.

“Kami langsung membersihkan lokasi sekolah supaya tidak menghambat proses belajar-mengajar,” kata Eko kemarin. Kepala Seksi Penanggulangan Bencana Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Malang Muji Utomo mengungkapkan, sebelum itu terjadi hujan es disertai angin yang mengarah ke utara dan kembali ke selatan membentuk pusaran angin yang merusak permukiman warga. Kerusakan terparah dialami warga di Desa Landungsari.

Kebanyakan rumah warga tanpa atap, bahkan ada yang temboknya runtuh. “Total rumah warga yang rusak sebanyak 26 unit, tiga di antaranya rusak berat,” ucap dia. Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Karangploso Joko Budi Utomo mengatakan, hujan disertai angin kencang masih berpeluang terjadi hingga April 2017. Mengenai angin puting beliung yang terjadi belakangan ini, Joko mengartikan itu sebagai tanda-tanda pada pancaroba atau peralihan musim.

“Terjadinya angin puting beliung itu tanda sedang terjadi pancaroba,” kata dia. Dia mengatakan, kejadian ini juga dipicu oleh masih ada pusat tekanan rendah di selatan Jawa. “Sebenarnya tidak ada yang sangat ekstrem yang menyebabkan musim hujan disertai angin kencang. Makanya, kami meminta masyarakat tetap tenang, namun waspada, khususnya pada pohonpohon tua karena berpotensi tumbang tertiup angin,” tandas dia.

yosef naiobe