Edisi 27-03-2017
Disdikbud Larang Skip Challenge


SUKOHARJO – Fenomena permainan skip challenge yang dilakukan siswa sekolah membuat khawatir berbagai pihak, termasuk kalangan pendidik. Untuk itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dis - dikbud) Sukoharjo melarang permainan tersebut terjadi di wilayahnya.

“Siswa sekolah di Sukoharjo tidak usah ikut-ikutan. Per - mainan skip challenge berba - haya bagi yang melakukan, dan kami melarangnya,” ujar Ke - pala Disdikbud Sukoharjo Dar - no kemarin. Menurut Darno, dari infor - masi yang dia terima, per - mainan tersebut tengah marak karena diunggah di media so - sial. Padahal, permainan terse - but bisa berdampak negatif bagi kesehatan pelakunya.

Un - tuk itu, Darno mengatakan, agar permainan tersebut tidak dilakukan oleh siswa sekolah di Sukoharjo, dia meminta kepala sekolah dan guru untuk lebih waspada dan melakukan pe - ngawasan terhadap siswanya. Dia berharap siswa sekolah di Sukoharjo tidak terpenga - ruh dengan permainan terse - but. “Sampai saat ini belum ada laporan siswa di Sukoharjo yang ikut-ikut permainan itu,” ujarnya.

Meskipun belum ada lapor - an tentang permainan skip challenge di Sukoharjo, Darno tidak ingin kecolongan sehing - ga meminta pihak sekolah un - tuk melakukan pengawasan dan memberikan pengertian agar tidak melakukan per - main an tersebut. Meski begitu, dia berharap dalam mem be - rikan pengertian ke siswa di - berikan dengan cara yang baik sehingga pengertian tersebut bukannya justru memberi in - formasi kepada siswa soal per - mainan tersebut. “Harus dengan cara pintar.

Jangan sampai siswa yang men dengar adanya permainan skip challenge justru menjadi penasaran dan ingin menco - banya,” kata Darno. Dari informasi yang ber - edar, permainan tersebut dila - kukan dengan menekan dada seseorang hingga dia kejang dan pingsan. Setelah melaku - kan permainan tersebut ada yang meng-upload -nya ke me - dia sosial.

Menurut Darno, sis - wa atau anak yang melakukan permainan ini tertarik lantar - an penasaran. Mereka tidak mengetahui risiko kesehatan yang bisa mereka derita. Untuk itu, imbauan tersebut dinilai - nya penting untuk disam pai - kan kepada siswa. Terpisah, anggota Komisi IV DPRD Sukoharjo M Sam - rodin mengaku sudah menge - tahui permainan yang tengah marak di media sosial tersebut.

Permainan yang dilakukan oleh siswa sekolah tersebut cu - kup berbahaya bagi yang mela - kukan sehingga tidak perlu diikuti oleh siswa sekolah di Sukoharjo. Samrodin sependapat de - ngan Dinas Pendidikan dan Ke - budayaan agar guru bisa meng - antisipasi dengan cara meng - imbau siswa. “Walaupun be - lum ada kejadiannya, tetap harus waspada terhadap pe r - main an ini karena berbahaya,” paparnya.

Dia mengatakan, selain sekolah, orang tua siswa juga me - miliki peran dalam rangka men cegah anak-anaknya un - tuk melakukan permainan ter - sebut. Bahkan, peran orang tua justru lebih besar karena setiap anak biasanya menurut jika mendapat nasihat dari orang tuanya. “Jadi, selain imbauan dan pengawasan dari sekolah, orang tua di rumah juga perlu memberikan pengertian ke - pada anak-anaknya agar tidak ikut-ikutan permainan skip challenge,” ujarnya.

sumarno