Edisi 27-03-2017
LPSK Lindungi Korban Sodomi Fajarudin


SEMARANG – Lembaga Per - lindungan Saksi dan Korban (LPSK) melakukan jemput bola melindungi 17 anak kor - ban pencabulan yang dilaku - kan Fajarudin, pemulung di Ka - bupaten Karanganyar.

Upa ya ini sesuai dengan Undang-Un dang Nomor 31/2014 ten tang Per - lindungan Saksi dan Korban. “Perlindungan yang diberi - kan LPSK bersifat voluntary atau harus ada permohonan dari korban. Meski demikian, LPSK diberikan wewenang oleh undang-undang untuk melakukan upaya proaktif, meminta permohonan perlin - dungan tersebut kepada para korban,” kata Wakil Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo melalui siaran pers yang di terima KORAN SINDO, ke marin.

LPSK berkoordinasi kepa - da pihak-pihak yang mena - ngani kasus tersebut, baik apa - rat hukum maupun pemerintah daerah. Pihaknya menda - tangani Polres Karanganyar pada Jumat (24/3). Hasto menyebut pihak Polres Karang - anyar menyambut baik lang - kah LPSK karena membantu penyidik untuk mengungkap tuntas kasus ini. “Agar layanan yang diberi - kan bisa optimal, tidak tumpang tindih, kami berkoor - dinasi dengan institusi yang saat ini turut mendampingi para korban.

Termasuk unsur pemda,” katanya. Koordinasi juga dilakukan dengan Ketua Komisi Perlin - dungan Perempuan dan Anak (KP2A) Karanganyar Hadiasri Widiyasari. Mereka sepakat memperkuat perlindungan kepada para korban. Sebab, hasil temuan KP2A menyebut ada banyak bentuk trauma dan kebutuhan para korban. “Bisa diusahakan bersama-sama antara KP2A dengan LPSK,” kata Hasto.

Sementara itu, Wakapolres Karanganyar Kompol Prawo ko mengatakan seorang anak ber - usia 8 tahun didampingi orang tuanya melapor menjadi kor - ban sodomi Fajarudin, Kamis (23/3). Dengan adanya korban baru tersebut saat ini jumlah korban menjadi 17 orang. “Saya mengimbau ke pada seluruh masyarakat yang mengetahui adanya korban lain atau ke - luarganya menjadi korban untuk segera me lapor ke Polres Karanganyar,” kata nya.

eka setiawan/ arief setiadi