Edisi 20-03-2017
Menjadi Polisi Itu Pekerjaan Pengabdian


Sosok Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Jahiras Manurung kini menjabat Kasubbid Pengelola Informasi dan Data (PID) Polda Sumut ini mungkin sudah tak asing bagi wartawan yang bertugas di Polda Sumut.

Apalagi sehari-hari tugasnya selalu berdampingan dengan rutinitas jurnalis. Tugas perwira menengah (pamen) Polda Sumut ini memiliki kemiripan dengan para wartawan. Perjuangan Pamen Polri angkatan 1978 ini sejak masuk polisi patut diacungi jempol. Sebab tidak mudah meraih pangkat perwira jika seorang personel memulai kariernya dari pangkat bhayangkara dua (bharada). Putra Batak yang lahir di Desa Cinta Damai, Kabupaten Batubara, tahun 1959, ini meru-pakan salah satu polisi yang sukses menjalani kariernya dari bawah.

“Bekerja itu harus ikhlas, tulus, dan tanpa pamrih. Sebab menjadi polisi itu pekerjaan pengabdian. Semua itu ada hikmahnya. Dalam perjalanan karier saya bukan tidak banyak tantangan, baik dari temanteman seangkatan, keluarga, maupun masyarakat,” katanya ketika berbincang dengan KORAN SINDO MEDAN di Medan baru-baru ini. Namun, semua tantangan itu mampu diatasinya dengan baik pula.

“Selagi kita hidup di dunia ini, sebaik apa pun kita pasti ada orang merasa tidak senang, merasa tersaingi, merasa iri, dan lainnya. Tetapi itu tidak perlu kita hiraukan, cukup dengan satu kata saja. Maafkanlah dia apa pun yang dilakukannya. Sebab mungkin dia tidak tahu apa yang sudah dilakukannya,” ujarnya. Karena Tuhan itu tidak tidur, Dia akan melihat hamba-Nya yang berbuat apa pun dan dibalik itu ada hikmah tidak ternilai. “Itulah pedomanku sehingga aku bisa jadi perwira,” ungkapnya.

Setelah jadi perwira, tidak sedikit pula orang menilainya sukses dan memiliki kehidupan lebih mapan dari sebelumnya. “Biasanya orang tidak melihat sisi perjuangan kita. Susahnya kita dan pengorbanan untuk bisa mencapai kesuksesan itu. Tak jarang pula orang menilai kita seperti orang gila karena melakukan di luar dugaannya. Yang mereka lihat hanya keberhasilan, apa yang kita lakukan untuk meraih kesuksesan itu sangat jarang orang memahaminya. Tetapi itulah manusia hidup di dunia.

Sekarang kehidupanku lebih mapan dari sebelumnya. Karena selain menjadi polisi, saya juga seorang petani. Aku memanfaatkan waktu saat pulang dinas untuk bercocok tanam,” katanya. Kini suami dari Herlina Butar-butar ini akan memasuki masa pengabdiannya sebagai anggota Polri.

Dia pun siap berbagi kiat pengalaman dengan para personel muda untuk membangun citra Polri agar lebih baik ke depannya. “Inilah titik akhir dari karierku, beberapa bulan ke depan aku akan mengakhiri masa baktiku sebagai anggota Polri. Tetapi semangat kepolisianku tidak akan pernah padam, jiwaku masih tetap polisi karena di sinilah aku banyak belajar,” katanya.

frans marbun

FRANS MARBUN

Medan