Edisi 27-03-2017
Pemkot Buka Peluang Investasi Infrastruktur


SALATIGA – Pemkot Salatiga membuka peluang investasi baru di bidang infrastruktur. Revitalisasi Terminal Tamansari rencananya akan melibatkan investor sebagai penyandang dana.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Salatiga Agung Hendratmiko mengatakan, rencana tersebut digulirkan untuk meningkatkan investasi di Salatiga. Selain itu, juga untuk efisiensi APBD Pemkot Salatiga dan anggaran bisa digunakan untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur lainnya atau program lain. “Kami menilai Terminal Tamansari memiliki nilai investasi yang cukup tinggi.

Maka dari itu, kami berencana merevitalisasi terminal tersebut dengan sistem investasi. Banyak keuntungan yang akan didapat Pemkot Salatiga melalui investasi, salah satunya pemkot tidak perlu mengeluarkan dana untuk membangun kembali terminal itu,” katanya, kemarin. Gagasan revitalisasi Terminal Tamansari dengan sistem investasi didasarkan pada besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk membangun kembali terminal angkutan kota itu.

Berdasarkan detail engineering design (DED), anggarannya mencapai sekitar Rp8,3 miliar. “Itu anggaran yang ditetapkan beberapa tahun lalu. Seandainya revitalisasi dilaksanakan pada 2018, tentunya anggaran bertambah sebab harga satuan material juga naik. Untuk itu, kami memiliki pemikiran untuk merevitalisasi terminal tersebut dengan sistem investasi,” ujarnya.

Meski masih sebatas rencana, tapi Agung optimistis jika disetujui dan ditawarkan, banyak investor yang berminat untuk menggarap Terminal Tamansari. Sebab letak terminal itu sangat strategis, yakni berada di pusat jantung Kota Salatiga. “Lokasinya sangat strategis dan memiliki potensi ekonomi yang sangat tinggi. Jadi saya yakin nanti akan ada investor yang berminat,” katanya.

Revitalisasi Terminal Tamansari sudah terencana sejak 2011. Revitalisasi lantaran luas lahan terminal sudah tidak sebanding dengan jumlah angkutan kota yang ada. Daya tampungnya hanya 50 armada, tapi jumlah angkutan kota yang beroperasional dan trayeknya masuk ke terminal mencapai 180 armada. Dinas Perhubungan Kota Salatiga belum merealisasikan rencana revitalisasi Terminal Tamansari.

Padahal, anggaran revitalisasi sejak beberapa tahun belakangan telah dialokasikan di APBD. Akhirnya, Pemkot Salatiga akan melimpahkan revitalisasi Terminal Tamansari kepada Dinas PUPR. Saat ini, instansi tersebut sedang menyusun perencanaan dan DED terminal. Belakangan, muncul gagasan untuk merevitalisasi terminal tipe B tersebut dengan sistem investasi.

Sejumlah warga meminta Pemkot Salatiga segera merevitalisasi Terminal Tamansari dan menertibkan angkutan kota yang ngetem di medan jalan di kawasan Bundaran Tamansari. Sebab aktivitas angkutan kota di medan jalan tersebut mengganggu arus lalu lintas. Juwandi, 56, warga Kutowinangun, Tingkir menuturkan, adanya angkutan kota yang ngetem di kawasan Bundaran Tamansari tidak lepas dari buruknya kondisi Terminal Tamansari.

“Saat ini kondisi Terminal Tamansari sudah tidak layak, sehingga para pengemudi angkutan kota tidak mau masuk terminal dan memilih ngetem di pinggir jalan. Kondisi ini harus segera diatasi agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan,” ucapnya. Dia menilai revitalisasi Terminal Tamansari mendesak dilakukan menilik dampak yang ditimbulkan adanya terminal bayangan di kawasan Bundaran Tamansari itu cukup luas.

Arus lalu lintas menjadi semrawut dan rawan kecelakaan. Tak hanya itu, separuh medan Jalan Pemuda, tepatnya sebelah sebuah mal juga tidak bisa dilewati pengguna jalan karena digunakan untuk ngetem angkutan umum. “Penyebab kesemrawutan arus lalu lintas di kawasan Bundaran Tamansari adalah angkutan kota yang ngetem seenaknya sendiri. Untuk menertibkannya, pemkot harus membangun terminal yang layak,” katanya.

angga rosa