Edisi 11-01-2017
31 Kali Beraksi, Enam Perampok Dibekuk


MEDAN – Sindikat perampokan sadis yang telah 31 kali beraksi akhirnya kandas di tangan polisi.

Dua orang (residivis) dari enam pelaku terpaksa ditembak personel Polsekta Medan Timur karena berusaha melawan dan melarikan diri. Keenam pelaku ini ditangkap pada Senin(9/1) dandiringkusdibeberapa lokasi terpisah. Adapun keenam pelaku yang diringkus adalah Ahmad Arif, 22, warga Jalan Pimpinan, Lorong Suka Famili, Kelurahan Sei Kera Hilir, Medan Perjuangan. Rizki Andika alias Dika, 34, warga Jalan Bandar Setia, Lorong Saga, Desa Bandar Kalipa, Percut Seituan.

Ilham SyahputraHarahapaliasUam, 23, warga Jalan Gurilla, Lorong Mesjid Albayan, Medan Tembung. Muhammad Hamdani, 16, warga Jalan Pimpinan, Medan Perjuangan. Sedangkan dua orang penadah hasil barang rampokan Asmala Dewi, 25, dan Asih Yuli, 58, keduanya warga Tembung juga ikut diringkus polisi. Dari para tersangka ini, polisi menyita barang bukti berupa 3 buah tas sandang, 2 buah tas dompet, 4 buah ponsel genggam, 1 plastik klip kecil berisi daun ganja kering, 3 paket sabu sabu, 1 bungkus daun ganja kering harga Rp50.000, 1 set kunci later T, 2 buah bong, 1 buah timbangan electric, 2 buah kaca pirex, 3 buah karet kompeng, 13 buah pipet plastic, 2 sak plastik klip kosong dan 4 buah mancis.

Kapolsekta Medan Timur Kompol Wilson Pasaribu didampingi Kanit Reskrim Iptu Ainul Yaqin dalam gelaran persnya, Selasa (10/1) sore mengatakan, dua tersangka yakni Rizki Andika dan Ilham Syahputera terpaksa dilumpuhkan karena berusaha melawan anggota dan mencoba kabur. Rizki dan Ilham merupakan residvis kasus yang sama. “Dua tersangka ini adalah dalang dari aksi perampokan. Mereka juga terpaksa kita lumpuhkan karena berusaha melawan anggotasaat hendakditangkapdi kawasan Jalan Suluh, Medan Tembung. Lalukitakembangkan dan meringkus para pelaku lainnyatermasukduaorangpenadah barang hasil rampokan,” ungkap mantan Kapolsek Patumbak ini.

Dia menjelaskan, dari pengakuan tersangka dan dari catatan kriminal para tersangka ini berkomplot sudah 31 kali memangsa korbannya. Mereka ini sudah puluhan kali beraksi (merampok). Mereka juga dikenal sadis hingga melukai korbannya, beber Wilson lagi. Untuk diketahui, Margaret Sihotang, 30, warga Jalan M Nawi Harahap, Lorong Bersama, Medan Timur adalah korban terakhirnya. Margaret dirampok saat melintas di Jalan Puwosari, Medan Timur pada 27 Desember 2016 lalu.

Laporan terakhir adalah Margaret Sihotang yang membuat laporan pengaduan bernomor LP/1301/XII/2016 Sektor Medan Timur. Dari laporan terakhir ini kita langsung melakukan penyelidikan dan meringkus para pelakunya. Ada lima orang pelaku lainnya yang masih dalam pengejaran kita. Mereka berinisial SN, AR, DW, DT dan DN, ungkap Wilson lagi. Sementara seorang penadah Asmala Dewi mengaku menyesal meskipun barang yang dibelinya dari tersangka itu merupakan hasil kejahatan. Iya Pak saya sudah tahu kalau barang yang saya beli itu barang hasil rampokan, tapi tetap juga saya beli.

Saya sangat menyesal. Saya enggak akan jadi penadah barang curian lagi, kata Dewi yang mengaku membeli ponsel genggam dari para pelaku perampokan ini. Adapun beberapa lokasi tempat para pelaku beraksi antara lain, Jalan Purwosari, Jalan Sisingamangaraja dua kali, Jalan Cemara 3 kali, Jalan T Amir Hamzah, Jalan Iskandar Muda serta Jalan Juanda.

Dody ferdiansyah