Edisi 27-03-2017
Puluhan Rumah Tak Layak Huni


JEPARA – Puluhan rumah warga Kepu - lauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, masuk kategori tak layak huni. Pemerintah diharapkan memberi perhatian khusus ter kait potensi terjadinya kesenjangan so - sial di Karimunjawa, yang kini sudah menjadi destinasi wisata kunjungan turis mancanegara maupun domestik tersebut.

Berdasarkan data dari Relawan Tenaga Kesejahteraan Sosial Ke camatan (TKSK) Karimun - jawa, sedikitnya ada 89 rumah tak layak huni di kepulauan yang ada di Laut Jawa itu. Pu - luhan rumah tak layak huni itu tersebar di empat desa (pulau) di Karimunjawa, yakni Desa (pulau) Karimunjawa, Kemo - jan, Parang, dan Nyamuk. Relawan TKSK Kari mun - jawa, Suwito mengatakan, kon - disi puluhan rumah tak layak huni tersebut mempri ha tin - kan.

Sebab beberapa rumah masih berdinding “gedek” atau anyaman bambu. Jika sudah di - tembok, mayoritas dindingnya dalam kondisi rusak. Bagian atap yang terbuat dari kayu juga sudah lapuk dimakan usia. Selain itu, lantai rumah masih berupa tanah dan tak terdapat barang elektronik di dalamnya. Penghuni rumah tak layak huni itu, kata Suwito, mayoritas janda tua atau nelayan tidak memiliki perahu dan hanya ikut melaut juragannya.

Ada juga yangpekerjaannya serabutanse - perti membantu bersih-ber sih di rumah tetangganya. “Un tuk ma - kan sehari-hari saja me reka su - sah. Maka tak punya ke mam - puan untuk memperbaiki ru - mahnya,” kata Suwito, kemarin. Kondisi ini menurutnya iro - nis. Sebab saat ini pereko no - mian warga Karimunjawa cen - derung mengalami pening kat - an imbas geliat sektor pari - wisata di kepulauan yang ada di Laut Jawa itu.

Peningkatan “kesejahteraan” itu setidaknya bisa dilihat dari bangunan ru - mah warga yang mayoritas su - dah berdinding tembok dan berlantai keramik. “Mereka tak bisa menikmati manfaat positif sektor pariwi - sata karena memang tak punya sumber daya dan akses ke sana. Ini bisa berpotensi terjadi ke - senjangan sosial,” ujarnya. Terkait persoalan ini, TKSK Karimunjawa mengajukan pro - posal renovasi rumah ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawas - an Permukiman Kabupaten Jepara.

Ada 20 rumah di wila - yah Desa Karimunjawa dan Ke - mojan yang diusulkan menda - pat bantuan tersebut. Salah satunya rumah janda tua ber - nama Murtinah yang ada di Dukuh Nyamplungan, Desa Ka - rimunjawa. “Proposal sudah kita ajukan semoga bisa direalisasikan ta - hun ini,” katanya. Menurut Suwito, peme rin - tah semestinya memberi per - hatian khusus terkait persoalan ini.

Ada sejumlah instansi pe - merintah yang bisa dilibatkan mempercepat pengentasan per soalan rumah tak layak huni tersebut. “PNPM misalnya, ke - giat annya tak harus yang ber - kaitan dengan infrastruktur umum. Tapi bisa juga masuk urusan sosial sifatnya men de - sak se perti rumah tak layak huni tersebut,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Pe - rumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Jepara Ashar Ekanto mengatakan, akan secepatnya mempelajari proposal dari TKSK Karimun - jawa. Tahun ini instansinya memiliki anggaran Rp7,5 miliar untuk renovasi 500 rumah tak layak huni. Tiap rumah dikucuri bantuan Rp15 juta. “Ada puluhan ribu rumah tak layak huni di Jepara.

Ang - garan kita sebenarnya tak ideal jika dibanding rumah yang ha - rus dibantu. Terlebih ini ada limpahan 1.107 rumah tak la - yak huni dari Dinsos. Maka kita pakai skala prioritas jadi pro - sesnya bertahap,” kata Ashar. Selain kendala anggaran, menurut Ashar, faktor kemam - puan ekonomi penerima ban - tuan kerap jadi masalah baru.

Sebab bantuan Rp15 juta itu dalam bentuk material. Praktis, pemilik atau penghuni rumah tak layak huni harus menye - diakan tukang bangunan seka - ligus ongkos jasanya. “Kita berusaha carikan so - lusi agar pihak pemerintah desa setempat juga ikut memikirkan warganya. Atau bisa juga warga bergotong-royong membantu tenaga pengganti tukang ba - ngunan,” katanya.

muhammad oliez