Edisi 20-03-2017
MTQ Momen Tingkatkan Nuansa Islami


MEDAN – Kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang dilaksanakan setiap tahun di Kota Medan harus dapat semakin meningkatkan nuansa Islami di tengah-tengah masyarakat.

Masyarakat muslim Kota Medan harus menjadikan Alquran sebagai sumber ilmu pengetahuan guna membangun ibu kota Provinsi Sumut ini sebagai kota religius. “Saya yakin lantunan ayatayat suci Alquran yang menggema selama pelaksanaan MTQ mampu menciptakan nuansa religius dan menghadirkan suasana yang memberi kesejukan batin bagi masyarakat,” ujar Wali Kota Medan T Dzulmi Eldin saat membuka MTQ ke-50 tingkat Kota Medan tahun 2017 di Jalan Tritura, Sabtu (18/3) malam.

Pembukaan MTQ ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan wali kota didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Sumut Ibnu Sri Utomo, Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution, Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho, Dandim 0201/BS Kol Inf Bambang Herqutanto, Kajari Medan Olopan Nainggolan, Ketua DPRD Medan Henry Jhon Hutagalung beserta Wakil Ketua DPRD Iswanda Nandi Ramli dan Ikhwan Ritonga.

Pembukaan juga ditandai dengan penyerahan piala bergilir oleh wali kota kepada panitia MTQ untuk diperebutkan kembali. Meski Kota Medan sempat diguyur hujan deras, tapi prosesi pembukaan MTQ tetap berjalan meriah yang dihadiri belasan ribu warga. Dihadapkan ribuan warga, Eldin yang hadir didampingi Ketua TP PKK Kota Medan Rita Maharani mengatakan, MTQ yang digelar rutin setiap tahun bertujuan meningkatkan pemahaman, penghayatan, sekaligus pengamalan isi dan kandungan yang tersirat maupun tersurat dalam Alquran.

Menurut Eldin, kegiatan MTQ bisa menjadi forum silaturahmi yang mengandung nilai- nilai positif dalam memperkuat rasa persaudaraan dan ikatan kebersamaan lintas etnis dan agama sebagai sesama warga kota. Oleh karena itu, kata Eldin, penyelenggaraan MTQ senantiasa diarahkan pada upaya menumbuhkan kecintaan dan menggairahkan masyarakat agar selalu mempelajari dan memahami Alquran sebagai hidayah dan petunjuk serta pedoman hidup umat manusia.

“Selain berisi nilai-nilai keimanan, Alquran juga merupakan sumber ilmu pengetahuan, sejarah, falsafah hidup, kemuliaan, keteladanan, serta pesan moral yang luhur dan agung guna membangun peradaban manusia modern. Jadi Alquran memberikan pencerahan bagi siapa yang membacanya dan menawarkan keteduhan batin bagi mereka yang mengamalkannya,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan MTQ ini, Eldin berharap dapat semakin meningkatkan nuansa Islami di tengah masyarakat. “Mari kita semarakkan kota yang kita cintai ini dengan lantunan ayat-ayat suci Alquran, terutama di lingkungan keluarga, musala, surau dan masjid-masjid, guna mewujudkan Medan menjadi kota masa depan yang multikultural, berdaya saing, humanis, sejahtera, dan religius, dengan peradaban Islami,” katanya.

Eldin menambahkan, untuk mendorong terus berkembangnya suasana kehidupan yang semakin Islami, Pemko Medan telah mencanangkan tiga program pokok, yakni Magrib Mengaji, Gerakan Salat Subuh Berjamaah, dan Pembangunan Medan Islamic Centre yang direncanakan di Medan Utara. Kepada para peserta yang bertanding, Eldin berharap keikutsertaan mereka bisa membawa manfaat dalam upaya mengaktualisasikan ajaran Islam secara damai di Tanah Air.

“Kita tentu bersepakat bahwa dengan membaca, mempelajari, dan mengamalkan Alquran, bisa menghindarkan kita dari berbagai hal yang kurang baik dan tidak kita inginkan, salah satunya bahaya penyalahgunaan narkoba yang saat ini mendapat perhatian khusus dari pemerintah, masyarakat, dan kita semua,” katanya.

523 Qori dan Qoriah Bersaing

Pelaksanaan MTQ berlangsung selama sepekan dimulai sejak kemarin hingga Sabtu (25/3) yang diikuti 523 qori dan qoriah. Asisten Pemerintahan dan Sosial Setdakot Medan Musadad Nasution sekaligus Ketua Panitia MTQ 2017 menyebutkan, terdapat tujuh cabang yang diperlombakan dalam MTQ kali ini, yakni Mujawad putra/putri (184 orang), Hifzil Quran putra/putri (110 orang), Fahmil Quran 18 regu (54 orang), Syarhil 17 regu (51 orang), Kattil Quran putra/putri (66 orang), Tafsirul Quran putra/putri (33 orang), dan cabang musabaqah makalah ilmiah Alquran putra/putri (25 orang).

Berdasarkan pantauan KORAN SINDO MEDAN, Minggu (19/3), peserta terlihat antusias mengikuti berbagai kegiatan yang diperlombakan di sejumlah lokasi, seperti di area utama di Jalan Tritura, Masjid AL Hilal Jalan Bajak II, Masjid Ar Riva’i Jalan Sisingamangaraja, Aula SLB Jalan Sisingamangaraja, Gedung MTS Jalan Sisingamangaraja, Aula Kantor Camat Medan Amplas, dan Aula Madrasah Fitriyah Jalan Dwikora.

Terdapat 21 peserta anakanak Tilawah Quran, 22 peserta musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) 1 juz tilawah, 22 peserta MHQ 10 juz, 24 peserta tafsir bahasa Indonesia, 42 peserta khat naskah, 42 peserta musabaqah makalah Quran (MMQ), 10 peserta Tartilul Quran, 11 peserta remaja Tilawah Quran, dan 15 peserta dewasa Tilawah Quran. Bagi peserta yang berhalangan hadir karena sakit bisa mengikutinya pada hari berikutnya dengan dibuktikan surat keterangan resmi dari dokter.

Camat Medan Amplas, Zulfakhri Ahmadi selaku tuan rumah dalam pelaksanaan MTQ mengatakan, kegiatan tahunan ini berjalan lancar sesuai jadwal. Terlihat para peserta yang datang antusias. Begitu juga dengan masyarakat hendak menyaksikan MTQ. “Berdasarkan laporan yang kita terima semua kegiatan yang direncanakan berjalan sesuai dengan jadwal,” ujarnya.

eko agustyo fb/ irwan siregar