Edisi 27-03-2017
Air Terjun Pahatan Batu Yang Dikenal Hingga Mancanegara


Bandung menyimpan banyak destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Buktinya, kota yang identik dengan nuansa sejuknya ini, ternyata masih menyimpan banyak tempat wisata.

Salah satunya Air Terjun Batu Templek yang berlokasi di Desa Cikadut, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Di lokasi ini pengunjung akan dimanjakan dengan sejuknya air terjun, lengkap dengan lukisan alam yang indah. Berbeda dengan air terjun pada umumnya, di Curug Batu Templek, sisi dindingnya merupakan bekas batuan yang di pahat atau digali. Bila biasanya bebatuan di air terjun berlumut dan berwarna gelap, air terjun ini berwarna kuning dan cerah.

Paduan warna ini membuat Batu Templek semakin indah. Pemilik dari wisata air terjun Batu Templek Erni mengaku, baru memiliki ide menjadikan tempat tersebut menjadi tempat wisata pada 2015 lalu. Ide tersebut muncul melihat banyaknya warga yang berkunjung setiap sore hari dan di akhir pekan. Dalam waktu dua tahun terakhir saja, setiap minggunya ratusan orang datang berkunjung. Mereka rata-rata bukan datang dari Kota Bandung saja, tetapi juga dari luar daerah.

Erni bahkan tak menyangka jika tempat wisata yang baru dibukanya ini, sampai diketahui oleh warga di luar kota bahkan mancanegara. “kemarin sampai ada dari India, Arab dan Singapura, bahkan mereka mengajak saya foto di depan air terjun,” ujar Erni. Lokasi yang mudah dicapai yang hanya membutuhkan waktu setengah jam dari pusat Kota Bandung, serta murahnya tiket masuk Rp10.000/orang membuat masyarakat lebih tertarik berkunjung ke Batu Templek.

Menurut dia, bentuk unik dinding air terjun Batu Templek merupakan bekas galian batu. Dahulu lokasi ini merupakan galian batu untuk keperluan hiasan rumah. Namun, kini tidak diperbolehkan lagi untuk melakukan eksploitasi alam di kawasan tersebut. Salah satu perajin batu sejak 1960 Unang Wahya, 67, mengatakan, dulu wilayah itu menjadi salah satu mata pencaharian warga sekitar. Warga menggali batu dan diulir untuk menjadi hiasan rumah.

Menurut dia, batu-batu di wilayah ini tak hanya dijual ke Bandung, tetapi juga sampai ke Jakarta dan provinsi lainnya di Indonesia. Namun setelah penggalian yang berjalan selama 55 tahun, pemerintah Desa Cikadut mengeluarkan keputusan pemberhentian penggalian batu. Pemberhentian dilakukan akibat lokasi yang berbahaya karena terdapat jalan di atas tebing yang terancam longsor, padahal jalan tersebut merupakan akses utama penghubung desa.

“Ya semenjak dilarang akhirnya semua berhenti, takutnya longsor ke jalan, sekarang pada pindah ke galian yang lain” ujar dia. Salah satu wisatawan asal Bandung Suci, 25, mengatakan, sejuknya wilayah Batu templek dan indahnya bebatuan disana membuat dirinya betah berkunjung ke Batu Templek. Lokasi ini cocok untuk bersantai di waktu senggang dari kesibukan pekerjaan. “Enak di sini, kalau ingin santai sehabis kerja atau weekend melepas penat ya ke sini saja,” ujar Suci.

m-1

Kota Bandung