Edisi 23-02-2017
Harga Gabah Terjun Bebas Rp2.000/Kg


KARAWANG – Harga gabah di Kabupaten Karawang terjun bebas hingga mencapai Rp2.000/kg. Meskipun harga pembelian pemerintah (HPP) mematok Rp3.700/kg, namun karena kualitas gabah yang dihasilkan buruk mengakibatkan petani kesulitan menjangkau HPP.

Seperti yang terjadi di Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, para petani mengeluh ketika gabah hasil panen mereka hanya ditawar Rp2.000/kg. Paling tinggi tengkulak berani menawar dengan harga Rp3.000 untuk gabah kualitasnya lebih baik. “Rasanya mau nangis mendengar gabah kami ditawar hanya Rp2.000 per kilogramnya.

Harga ini terlalu jauh dari perkiraan kami semula Rp4.000 perkilogramnya,” kata Ketua Kelompok Tani Sri Asi, Emin, 66, kemarin. Menurut Emin, anjloknya harga gabah akibat kualitas padi yang buruk pada musim tanam kali ini. Hujan yang turun terus menerus menjelang panen menyebabkan padi berwarna hitam kelam dan bulir padi pun lebih sedikit dibandingkan musim tanam sebelumnya.

“Kami tidak menyangka jika gabah kami ditawar serendah itu karena perkiraan sih antara Rp3.500 sampai Rp4.000. Selain harga yang rendah hasil panen kami juga menurun karena bulir padi lebih sedikit dibandingkan musim tanam kemarin,” katanya. Dia mengungkapkan, Kelompok Tani Sri Asih memiliki sekitar 52 hektare sawah dengan jumlah anggota 20 orang.

Dari jumlah sawah seluas itu, 6 hektare dinyatakan gagal panen dan sisanya dengan kualitas buruk hanya ditawar Rp2.000/kg. “Kami sangat berharap ada bantuan pemerintah agar kami tidak mengalami rugi besar. Biaya produksi pada saat ini cukup tinggi karena biaya pengendalian hama wereng.

Modal biasa saja sekitar Rp7 juta per hektare ditambah biaya pengendalian hama Rp1,5 juta per hektare,” katanya. Sementara itu, Ketua HKTI Kabupaten Karawang Indriyani meminta tim sergap Bulog untuk serius membantu masalah harga petani saat ini. Rendahnya harga gabah petani akibat faktor cuaca dimanfaatkan oleh tengkulak untuk mendapat keuntungan besar.

Rendahnya harga gabah petani hampir merata di seluruh Karawang hingga pemerintah harus bisa mencari jalan keluar untuk meringankan beban petani. “Saya berharap tim sergap Bulog turun ke lapangan agar harga gabah bisa dikendalikan,” katanya.

Nilakusuma