Edisi 21-01-2017
Desa Wajib Pasang Baliho Penggunaan Dana Desa


BANTUL – Pemerintah terus meningkatkan anggaran dana desa dari tahun ke tahun. Pada tahun 2017 penyalurannya mencapai Rp60 triliun.

Besarnya dana desa yang akan diterima tiap desa, pemerintah mewajibkan setiap Kantor Kepala Desa memasang baliho rencana dan realisasi penggunaan dana desa. Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengatakan, dana desa itu merupakan program pemerintahan yang setiap tahun dinaikkan.

Disebutkan, tahun 2015 jumlahnya Rp20,8 triliun dinaikkan menjadi Rp46,98 triliun pada tahun 2016, kemudian naik Rp60 triliun pada 2017 dan tahun 2018 mendatang akan naik menjadi Rp120 triliun. “Karenanya penting dana yang besar itu dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pembangunan desa,” katanya dalam kunjungan ke Desa Panggungharjo, Sewon, kemarin.

Dengan dana desa yang cukup besar dari pemerintah pusat tersebut, lanjut dia, artinya setiap desa mendapatkan dana desa antara Rp800-900 juta, belum lagi ditambah Alokasi Dana Desa (ADD) dari provinsi dan kabupaten. Untuk itu, masyarakat diharapkan ikut dilibatkan termasuk dalam pengawasan. Untuk memudahkan pengawasan, setiap kepala desa diwajibkan menempel baliho rencana dan realisasi penggunaan dana desanyadisetiapkantorkepala desa.

Persoalannya, selama ini masih ada laporan kepala desa yang tidak menempelkan baliho rencana dan realisasi penggunaan dana desa. Bahkan, masyarakat banyak yang belum mendengar adanya penyaluran dana desa. Untuk itu pihaknya mengaku akan melibatkan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kepolisian dan TNI untuk membantu mensosialisasikan dan mengawasi penggunaan dana desa. “Bagi yang tidak pasang kita kasih teguran nanti, itu nanti kewenangannya ada di pak bupati dan pak camat,” tuturnya.

Diungkapkan, realisasi penggunaan anggaran dana desa di seluruh Indonesia selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2015 prosentasenya tahun 2015 mencapai 80%, pada 2016 diatas 95%. Kepala Desa Panggungharjo Wahyudi Anggoro Hadi menyampaikan, desanya pada tahun 2016 mendapatkan anggran dana desa sebesar Rp871.642.000. Dana tersebut digunakan untuk program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Penggunaan dana desa itu pun telah dilakukan secara transparan yakni dokumen fisik APBDes dikirimkan ke setiap Ketua RT dan Dukuh supaya bisa disampaikan kepada masyarakat.

muji barnugroho