Edisi 20-03-2017
Pengungsi Rohingya Ribut, Dua Orang Nyaris Tewas


MEDAN - Seorang pria warga negara Myanmar bersama anaknya nyaris tewas setelah ditikam rekannya sesama pengungsi Rohingya di Hotel Pelangi, Jalan Djamin Ginting, Medan, kemarin dini hari.

Korban yang diketahui bernama M Ilyas, 43, dan anaknya Zakarea, 17, menderita luka serius di bagian perut, kaki, dada, dan leher. Keduanya langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan. Seusai menikam korbannya, pelaku AN, 24, mencoba melarikan diri namun berhasil diamankan warga dan petugas hotel lalu memboyongnya ke Polsek Delitua.

Kapolsek Delitua Komisaris Polisi (Kompol) Wira Prayatna mengatakan, pemicu kejadian itu berawal sekitar dua pekan lalu. Saat itu pelaku dengan istrinya Pervin Akter berselisih paham dalam urusan rumah tangga. Pelaku juga bertengkar dengan mertua dan kakak iparnya karena menganggap telah mencampuri urusan keluarganya.

Puncaknya kemarin sekitar pukul 02.00 WIB, pelaku bertengkar lagi dengan istrinya. Saat itu pelaku mencekik dan menganiaya istrinya. Mendengar pertengkaran pasutri tersebut, korban berusaha melerai pertengkaran itu. Sebab kamarnya hanya berdampingan gang.

Setelah dilerai, korban lalu menasihati pelaku agar tidak bertengkar lagi dengan istrinya. Pelaku yang sudah tersulut emosi tidak menerima nasihat tetangganya. Emosinya makin memuncak, lalu mengambil sebuah gunting dan menghujamkannya ke arah korban hingga mengenai dada, kaki, dan leher. Korban yang tak berdaya seketika roboh bersimbah darah.

”Kedua korban tidak melakukan perlawanan karena pelaku tiba-tiba saja menghujamkan gunting yang dipegangnya ke arah korban. Setelah korban terjatuh dan bersimbah darah, pelaku berusaha melarikan diri dengan cara melompat tembok pembatas hotel,” ujar Kompol Wira kepada wartawan, Minggu (19/3). Usaha pelaku melarikan diri kandas.

Petugas pengamanan hotel dan warga sekitar langsung mengamankan pelaku tak jauh dari lokasi hotel. Setelah diamankan, warga kemudian menyerahkannya ke Polsek Delitua. Sedangkan kedua korban dievakuasi ke RS terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Hingga kini kedua korban masih dirawat di rumah sakit karena kondisinya masih kritis. ”Sedangkan pelaku masih diperiksa secara intensif,” katanya. Tersangka yang masih belum bisa berbahasa Indonesia dengan jelas ini mengaku nekat menghujamkan gunting ke arah korban karena merasa dikeroyok. ”Aku dikeroyok, maka aku nekat menghujamkan gunting itu ke arah mereka,” katanya.

frans marbun