Edisi 27-03-2017
Penataan Wilayah Dago Butuh Rp30 Miliar


BANDUNG – Pemkot Bandung memperkirakan penataan lahan eks TPA Dago menjadi kawasan terpadu meliputi apartemen rakyat, jalan, dan kawasan ekonomi akan menghabiskan anggaran sekitar Rp30 miliar.

Proyek tersebut rencananya akan dimulai kembali tahun ini, setelah terhenti enam tahun lamanya sejak 2011 silam. Dilanjutkannya proyek tersebut setelah adanya kejelasan eks TPA Dago menjadi aset Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Sekretaris Daerah Kota Bandung Yossi Irianto mengemukakan, pemerintah pusat telah menghibahkan lahan tersebut kepada Pemkot Bandung. Dengan adanya kepastian status tanah, pihaknya akan mengelolanya menjadi apartemen rakyat.

Selain itu, di lahan seluas 5.000 meter persegi itu juga akan dibangun jalan untuk mengurai kemacetan di Dago atas. “Saat ini prosesnya sedang tahap sosialisasi kepada warga mengenai penataan ini. Mereka telah siap untuk bergeser sementara ke apartemen rakyat (rumah susun) sampai pembangunan selesai. Selain itu, saat ini juga tengah proses pematangan lahan.

Saya sudah instruksikan camat dan lurah untuk menyusun peta, guna merinci data-data teknis area tersebut,” ungkap Sekda di Balai Kota Bandung belum lama ini. Yossi menambahkan, Pemkot Bandung berencana memindahkan warga yang terkena dampak penataan. Akan disediakan tempat di rusun Sadang Serang dan Rancacili untuk 72 kepala keluarga (KK) terdampak. Langkah itu dilakukan sejalan dengan prinsip penataan wilayah di Kota Bandung yang tidak ingin ada pihak yang dirugikan.

Termasuk warga yang tinggal di lahan milik pemerintah kota. Pihaknya ingin agar kedua belah pihak sama-sama menyadari hak dan kewajibannya. Jika pembangunan rusun di Dago itu selesai, warga bisa menempati kembali wilayah tersebut dengan status yang lebih legal.“Ini merupakan wujud komitmen pemerintah kota bahwa kami membangun tanpa menggusur.

Penataan ini adalah janji pemerintah pada tahun 2015,” tuturnya. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3) Kota Bandung Arif Prasetya menyebutkan, proyek penataan wilayah Dago akan menghabiskan dana sekitar Rp30 miliar. Dana sebesar itu sudah termasuk pembuatan jalan dan penataan lahan. Nantinya, di kawasan tersebut juga akan dibangun kawasan ekonomi guna memfasilitasi aktivitas perekonomian warga terdampak.

Sehingga meskipun nantinya harus pindah ke apartemen rakyat, mata pencaharian mereka tidak hilang. “Di daerah tersebut kan warga juga mencari penghidupan, ada tukang tambal ban, dan sebagainya. Nanti kami sediakan juga kios atau warung sehingga ada jangkauan ke tempat niaga. Tetapi sekarang kami masih akan fokus ke penataan perumahannya dulu. Untuk lokasi perekonomian masyarakat akan menyusul dibangun setelah penataan ruang pemukimannya selesai, sebagaimana di instrusksikan oleh Pak Sekda,” terangnya.

fauzan