Edisi 20-03-2017
Penyelidikan Kasus Korupsi Disdik Karo Jalan di Tempat


MEDAN - Tiga bulan sudah setelah operasi tangkap tangan (OTT), tapi Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumut belum mampu menemukan dua alat bukti untuk menetapkan lima pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Pendidikan (Disdik) Tanah Karo menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi pembangunan unit sekolah baru (USB), Minggu (19/3).

Bahkan, barang bukti berupa uang tunai senilai Rp170.110.000 yang disita dari kelima PNS itu belum diketahui pemiliknya. Padahal saat diamankan uang itu ditemukan dari PNS berinisial FJG senilai Rp127.000.000 dan dari EW senilai Rp43.110.000. Uang tersebut diketahui bersumber dari proyek pembangunan USB TA 2016. Kasubdit III/Tipikor Polda Sumut AKBP Dedi Kurnia mengaku pihaknya mengalami kesulitan dalam menetapkan tersangka kasus tersebut. Sebab kelima PNS itu tidak mengakui uang tersebut hasil korupsi.

”Kelima PNS itu belum juga mengakui uang itu bersumber dari hasil korupsi sehingga penyidik belum bisa menetapkan sebagai tersangka,” katanya. Padahal, kata Dedi, berdasarkan catatan dari pertemuan- pertemuan yang dilakukan kelima PNS itu mengindikasikan ada tindak pidana korupsi pembangunan USB tersebut. Namun, saat dikonfrontasi alat bukti untuk menetapkan kelima PNS itu menjadi tersangka belum cukup.

Kelima PNS Disdik Kabupaten Tanah Karo yang diamankan berinisial EP selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 4 Kabanjahe, EP selaku guru SMPN 1 Kabanjahe, EW sebagai Tata Usaha (TU) SMPN 1 Kabanjahe, TS sebagai wali peserta didik di SMPN 1 Kabanjahe, danFJGsebagaistaf Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Kabupaten Karo.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Pembaharuan (Pushpa) Muslim Muis mengatakan ada yang aneh dan janggal dalam kasus tersebut. Menurutnya, pada saat pemeriksaan pertama dilakukan penyidik menyebut dalam kasus itu EW sudah dianggap melanggar petunjuk teknis (juknis).

Karena EW yang juga merangkap bendahara pembangunan USB telah menarik uang beserta bunganya dari salah satu bank dengan nama produk giro Dana BOS SMK. Padahal proyek pekerjaan pembangunan USB belum selesai.

frans marbun