Edisi 11-01-2017
Premium Bercampur Air Beredar


GUNUNGSITOLI - Pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum ( SPBU) di Jalan Diponegoro KM.5 Desa Miga, Kecamatan Gununungsitoli, Nias dikejutkan dengan temuan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium yang bercampur air.

Hal ini diketahui setelah sebuah angkutan kota (angkot) usai mengisi premium langsung mogok. Hal ini disampaikan pemilik SPBU, Ferry Hutagalung kepada KORAN SINDO MEDAN saat di temui di kantornya, Selasa (10/1). Ferry mengaku atas insiden ini, dirinya telah me laporkan ke kantor PT Pertamina setempat. ”Terpaksa kami memanggil montir untuk membongkar tangki mobil angkutan tadi dan menguras kembali minyak bensin yang telah bercampur dengan air, “ ucap Ferry.

Dari Informasi yang dihimpun KORAN SINDO MEDAN, bercampurnyapremiumdengan air tersebut berasal dari terminal bahan bakar minyak (TBBM) Pertamina Gunungsitoli di Jalan Pelud Binaka, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, Kota Gunungsitoli. Hal itu pun dibenarkan Kepala Pertamina Kepulauan Nias, Rahmat Ferbiadi saat dikonfirmasi di kantornya. Rahmat Ferbiadi menjelaskan, tercampurnya premium dengan air yang didistribusikan dari TBBM ke SPBU bukan disengaja. Namun hal itu murni karena kerusakan alat atau mesin TBBM Pertamina saat pengisian ke truk tangki pengangkut BBM. Bercampurnya premium dengan air tersebut juga tidak terdeteksi akibat alat pendeteksi rusak.

Otomatis maka secara bersamaan air dan premium masuk ke dalam mobil tangki. “ Air yang ada di depot Pertamina tidak bisa terbuang dan akhirnya bercampur dengan premium,” sebutnya. Dia menambahkan, tercampurnya premium dengan air mencapai 160 liter. “ Nanti premium itu akan diendapkan untuk memisahkan kandungan air, kemudian dapat dipasarkan kembali, “ sebut Rahmat. Rahmat juga memastikan setelah menerima laporan hal tersebut, pihaknya langsung menariksemuapremiumyangadadi SPBU yang telah tercampur air.

Fransiskus lature