Edisi 11-01-2017
Pro Tio Siap Produksi 8 Juta Ml per Hari


TARUTUNG – Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) PT Pro Tio yang dikelola oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) siap memproduksi dan memasarkan Pro Tio dalam sejumlah kemasan.

Produk ini ditargetkan akan berkontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Direktur PDAM Mual Natio Taput, Lamtagon Manalu mengatakan, Pro Tio akan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan warga di kawasan TapanuliRaya. Saat iniuntukujicoba, produksi ditargetkan mencapai 800 meter kubik atau 8 juta milliliter (ml) per hari dan akan dipasarkan dalam empat kemasan berukuran 330 ml, 220 ml, 600 ml, dan 19 liter. Air minum telah melalui proses pengemasan yang aman, baik, serta layak konsumsi.

“Kami berharap mulai akhir bulan ini, Pro Tio sudah diproduksi reguler untuk dipasarkan secara massal ke seluruh kawasan Tapanuli Raya. Pemasaran akan dilakukan dengan merekrut tenaga profesional yang memahami metode pemasaran AMKD,” kata Lamtagon di Tarutung, Selasa (10/1) di Tarutung. PDAM Mual Natio Taput menargetkan PT Pro Tio akan memberikan keuntungan untuk PDAM demi peningkatan mutu dan pelayanannya.

Perusahaan itu juga diharapkan mampu menjadi perusahaan pengelola modal terbuka dengan membuka kesempatan berinvestasi kepada pihak ketiga yang ingin terlibat dalam pengembangan perusahaan di daerah. Saat ini total modal yang dikelola oleh Pro Tio mencapai Rp1,5 miliar. Rp510 juta merupakan modal dari PDAM sedangkan sisanya dari para pemodal. “Target kami, modal yang terkumpul nanti bisa mencapai Rp2,1 miliar. Kami akan membagi keuntungan kepada pemodal dan mendukung peningkatan PAD,” paparnya.

Sementara itu, pengusaha di Taput, Solavide Tambunan mengaku tertarik berinvestasi dalam pengembangan Pro Tio apabila sudah diproduksi secara reguler. Menurutnya pengembangan industri AMDK di kawasan Tapanuli memang sangat dibutuhkan. Banyak pihak membutuhkan AMKD untuk mendukung kegiatan-kegiatan.

Selama ini, daerah memenuhinya dengan produksi dari luar daerah atau air mineral kemasan yang beredar di pasaran. “Saya berniat menanamkan modal karena keuntungan dan manfaatnya untuk daerah kita,” paparnya.

Baringin lumban gaol