Edisi 20-02-2017
Fenomena Tanah Ambles Terus Terjadi


GUNUNGKIDUL – Musibah tanah ambles terus saja terjadi di wilayah Gunungkidul. Setelah terjadi di Dusun Sawahlor, Desa Banyusoco Playen, kali ini tanah ambles terjadi di Padukuhan Pati, Genjahan Ponjong.

Di dusun ini, sumur milik Kairan, 76, warga setempat, ambles dengan kedalaman empat meter dan diameter lima meter. Menurut keterangan Dukuh Pati, Suharyadi, peristiwa ini terjadi Rabu (15/2) dini hari lalu. Waktu itu, Kairan sempat dikagetkan dengan suara gemuruh dari arah sumur yang hanya berjarak sekitar empat meter dari rumahnya.

“Namun, dia tetap tidur dan pagi harinya saat ke belakang, dia kaget karena sumurnya ambles sekitar empat meter hingga tanah sekitar lokasi sumur ikut ambles,” ungkapnya, kepada wartawan, kemarin. Tidak ada kerusakan di bibir sumur yang telah dibuat permanen. Semuanya ikut ambles seiring dengan turunnya tanah di sekitar sumur tersebut.

Dia pun menjelaskan, pemilik sumur sempat bercerita jika sebelum kejadian, air di sumurnya sempat keruh. Kemudian beberapa pepohonan sejak sore hari terlihat doyong. “Namun, Kairan tidak terlalu memedulikan dan menganggap air keruh lantaran hujan yang sering mengguyur sehingga debitnya naik dan kena air dari sela-sela batuan kapur. Ini yang menjadikannya keruh seperti air susu,” papar Suharyadi.

Paginya, pemilik sumur langsung berteriak minta tolong kepada tetangga sekitar atas kejadian tersebut. Para warga berduyun-duyun melihat amblesnya sumur milik Kairan yang tidak disangka. Bagaimana tidak, sumurnya nyaris ambles tanpa ada batuan semen yang rusak. “Ini memang aneh karena lokasinya langsung ambles ke dalam sehingga posisi mulut sumur masih tetap,” imbuh Sukaryadi.

Pihaknya meminta warga menjauh dari lokasi lantaran rawan ambles. Dia tidak ingin ada warga yang jadi korban karena besar kemungkinan tanah terus ambles ke bawah. “Kami langsung lapor ke Polsek Ponjong dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” ujarnya. Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Budhi Harjo mengungkapkan, pihaknya sudah mengirimkan tim reaksi cepat (TRC) untuk meninjau lokasi dan melakukan assessment awal.

Namun, BPBD harus berkoordinasi dengan beberapa pihak, termasuk badan geologi guna melakukan penelitian. “Ini harus dikaji, kami masih menunggu proses pengkajian sebelum melangkah lebih jauh. Apakah ditutup atau bagaimana?” ucapnya.

Sejumlah tanah ambles yang terjadi sejak cuaca ekstrem kali inidiantaranya diDusunKedokploso, Desa Pengkol, Nglipar; kemudian Dusun Plalar, Desa Umbulrejo, Ponjong; serta sinkhole di Dusun Sawahlor, Desa Banyusoco, Playen.

suharjono