Edisi 21-01-2017
Heroe Bakal Terapkan Konsep Kali Code


YOGYAKARTA – Ragam persoalan kerap muncul di kawasan bantaran sungai yang terletak di perkotaan. Seperti di Kota Yogyakarta yang setidaknya dilalui tiga sungai besar, yaitu Code, Winogo, dan Gajahwong yang kondisinya padat permukiman penduduk.

Namun, dengan peran aktif pemerintah setempat dan dibarengi kesadaran masyarakat, permasalahan seperti banjir, tanah longsor, ketersediaan air bersih, hingga sampah dapat teratasi. “Kali Code merupakan salah satu sungai yang penataannya sudah berjalan lama dan masyarakat bisa berkembang mandiri. Jadi, tidak berlebihan jika penataan Kali Code bisa menjadi percontohan menata kawasan sungai lain,” ujar calon Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi ketika menyambangi bantaran Kali Code di Jetisharjo, Kecamatan Jetis, kemarin.

Masyarakat di sekitar aliran Kali Code juga diakuinya memiliki kesadaran tinggi merawat sungai dan lingkungannya. Tanpa didorong pemerintah pun, masyarakat bisa berdaya serta berkembang. “Tapi, pemerintah wajib hadir. Dan, apa yang dilakukan masyarakat Code secara mandiri bisa menjadi pembelajaran bagi pemerintah kota,” tandasnya. Ke depan Heroe bersama calon Wali Kota Haryadi Suyuti siap melanjutkan program penataan sungai Kotaku Tanpa Kumuh dan Mundur Munggah Madep Kali.

Konsep ke depan adalah mewujudkan wisata minat khusus sungai, wisata kuliner, sampai membangun infrastruktur warga, antara lain jalan dan jembatan penyeberangan. “Yang menjadi prinsip, harus ada kemauan dari warganya untuk ditata dan diberdayakan. Pemerintah tinggal fasilitasi agar semua pihak sepakat penataan, bukan penelantaran agar lebih bersih, nyaman, dan produktif,” ungkap Heroe.

Di Jetisharjo, masyarakat mampu membuat ruang terbuka hijau (RTH) mandiri lengkap dengan segala fasilitasnya, sekolah sungai, alat komposer, penampungan air bersih, pengelolaan sumber mata air, hingga arena berkumpul warga. “Ini kebetulan juga ada kerja sama dengan salah satu bank milik pemerintah, ada penambahan taman burung,” kata Wawan, anggota Forum Masyarakat Code.

Warga berharap jika nanti pasangan calon nomor urut dua itu terpilih dalam Pilwali Yogyakarta 2017 agar membebaskan lahan hak milik warga untuk dipakai sebagai RTH publik. “Jadi, selama ini masih pakai lahan milik warga. Kami berharap lahan ini dibeli pemerintah agar bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh warga,” ujarnya.

ristu hanafi