Edisi 11-01-2017
AK Meninggal, Arema Berselimut Duka


MALANG – Duka menyelimuti Arema FC. Ahmad Kurniawan, salah satu penjaga gawang terbaiknya, meninggal dunia sekitar pukul 17.00 WIB kemarin di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA) Malang.

Kiper yang dijuluki AK 47 itu “kalah” bertarung melawan serangan jantung setelah hampir dua pekan dirawat dalam keadaan koma. Kabar meninggalnya AK 47 tentu sangat mengejutkan bagi Arema dan Aremania karena dia terlihat bugar sebelum masuk rumah sakit. Bahkan di kompetisi ISC 2016, dia mendapat kesempatan bermain dan performanya sangat menjanjikan meski menginjak usia 39 tahun.

Ucapan belasungkawa pun langsung mengalir deras di berbagai media sosial. Akun Twitter resmi Arema FC @AremafcOfficial menulis; “Inalillahi, kiper senior Achmad Kurniawan telah berpulang, mohon doa semoga almarhum diberikan tempatterbaikdisisiNYA, amin.” Para Aremania berdatangan dari berbagai penjuru Malang Raya memadati halaman kamar jenazah RSSA Malang dan rumah duka di Singosari, Kabupaten Malang.

Hujan deras yang tidak hentinya mengguyur Malang Raya sejak sore tak menyurutkan langkah para Aremania memberikan penghormatan terakhir bagi Sang Idola. Para punggawa Arema FC, juga terlihat di RSSA Malang kendati tak banyak kata yang bisa terucap. Mereka yang biasa garang di lapangan itu hanya tertunduk bisu.

“Kami diberitahukan AK meninggal pada pukul 17.00 WIB setelah dirawat intensif selama 11 hari,” ujar Media Officer Arema FC, Sudarmaji. AK yang juga kakak kandung kiper tim nasional Kurnia Meiga Hermansyah ini masuk rumah sakit pada 29 Desember 2016 dalam keadaan koma. Menurut Femilia Cinthia, istrinya, saat itu AK mengalami sesak napas, gula darah tinggi, serta penyakit jantung.

Tadi malam sekitar pukul 20.00 WIB, jenazah AK dipulangkan. Hadir Kurnia Meiga bersama para keluarga. Setelah disalatkan di rumah mertuanya di Singosari, jenazah AK langsung dibawa ke Jakarta, kampung kelahirannya. “Jenazah diantarkan ke Jakarta melalui jalan darat. Kami dari manajemen akan mengurus seluruh keperluan tersebut, sesuai permintaan keluarga,” ujarnya. Salah satu pendiri Arema FC, Ovan Tobing, mengaku kaget dengan kabar duka ini. Baginya, AK merupakan penjaga gawang istimewa yang dimiliki Arema FC.

“Dia hadir di klub ini sebagai penjaga gawang utama, hingga akhirnya harus tergusur sampai menjadi penjaga gawang ketiga. Tetapi dia selalu siap secara mental saat Arema membutuhkan perannya,” katanya. AK di mata Ovan adalah sosok dengan loyalitas tinggi terhadap tim. Ovan mengatakan AK tak pernah mengeluh kendati harus berada di bangku cadangan.

AK bahkan memintanya selalu memberikan semangat motivasi dan memarahi para pemain Arema FC saat mereka tak bisa memperagakan permainan khas Arek Malang. “Marahi saja mereka, Om. Itu bukan karakter kita,” ujar Ovan mengenang ucapan AK di tepi lapangan hijau. Pemain kelahiran Jakarta tersebut mengawali kariernya di Persita Tangerang pada awal 2000an sebelum bergabung dengan Arema Indonesia pada musim 2006-2008.

Kemudian dia sempat berkarier di Persik Kediri dan Semen Padang hingga 20011, sebelum akhirnya kembali lagi ke Arema sampai sekarang. Sepanjang kariernya di Arema dalam lima musim terakhir, sejatinya AK 47 bukan kiper utama Singo Edan. Dia kalah bersaing dengan adik kandungnya Kurnia Meiga yang menjadi kiper utama sejak 2009-2010.

AK baru mendapat kepercayaan saat kiper utama tidak bisa bermain. Termasuk ketika Kurnia Meiga dan Kadek Wardana cedera di ISC 2016 silam. AK mendapatkan kepercayaan penuh dari Pelatih Milomir Seslija di 16 pertandingan dan posisinya penjaga gawang terus langgeng meskipun saat itu Kadek Wardana sudah pulih dari cedera.

Siapa pun tak akan pernah menyangka sepak terjang AK 47 pada pekan-pekan terakhir ISC menjadi momentum terakhirnya di dunia sepak bola, khususnya bersama Arema FC. Banyak rekan sejawatnya yang terkejut. Ungkapan bela sungkawa pun mengalir dari rekan-rekan setim AK 47, salah satunya kapten Hamka Hamzah.

Melalui akun twitter “hamkahamzah23”, dia menuliskan, “Innalillahi wainailahi rojiu selamat jalan Kung, Allah lebih sayang ama lu kung...Insya Allah diterima di sisi Allah SWT.amin#selamtjalanAK47”.

kukuh setyawan/ Yuswantoro