Edisi 11-01-2017
Arema FC Lupakan Irfan Bachdim


MALANG– Keinginan manajemen Arema FC mendatangkan Irfan Bachdim ke Kota Malang dipastikan kandas. Pemain naturalisasi asal Belanda tersebut diketahui sudah menjalin kesepakatan dengan tim Bali United.

Padahal, Singo Edanmerupakan salah satu dari empat tim yang bersaing mendapatkan tanda tangan striker tim nasional Indonesia tersebut. Tiga tim lainnya, yakni Persib Bandung, Madura United, dan Bali United. Bachdim akhirnya lebih memilih tim terakhir untuk melanjutkan kariernya di sepak bola Indonesia.

General Manager Arema FC Ruddy Widodo mengatakan, pihaknya sudah berupaya berkomunikasi dan bernegosiasi terkait nilai kontrak Bachdim. Namun, hal tersebut ternyata belum cukup untuk meyakinkan sang pemain berlabuh di Stadion Kanjuruhan. “Irfan Bachdim lebih memilih tim lain, kemungkinannya Bali United. Kami sudah berupaya berkomunikasi dan memenuhi nilai kontraknya, tapi dia mempunyai pilihan lain.

Dengan demikian, Arema akan mencari striker lain yang kualitasnya tak jauh berbeda,” kata Ruddy, kemarin. Arema masih memiliki slot untuk posisi penyerang, baik pemain yang bisa ditempatkan sebagai penyerang sayap atau striker murni. Di tubuh tim asuhan Aji Santoso itu memang banyak pemain yang memiliki atribut striker-winger, tapi sedikit yang bisa diposisikan sebagai striker murni.

Untuk menambah stok striker dari pemain asing rasanya sudah tidak mungkin. Dengan kuota hanya tiga pemain asing, Singo Edan sudah jelas ingin mencari pemain impor berposisi gelandang dan bek tengah. Sementara striker bakal mengandalkan aset lokal plus Cristian Gonzales.

Ketika pemain-pemain matang di Indonesia sebagian sudah mendapatkan tim, Arema tampaknya harus bekerja lebih keras di bursa transfer. “Saya optimistis masih bisa menemukan pemain sesuai kriteria Arema. Tunggu saja perkembangannya,” tandas Ruddy.

Kuasai Lini Tengah

Di sisi lain, pemain anyar Arema FC Adam Alis Styano siap memberikan progres positif demi mendapatkan tempat utama di lini tengah. Kendati mengakui persaingan bakal sangat berat, dia siap bekerja keras dalam latihan untuk mendapatkan kepercayaan pelatih.

Memang, jika dibandingkan dengan pemain lainnya, dia tergolong “junior” dari sisi usia. Di sekelilingnya berdiri nama-nama seperti Ahmad Bustomi, Ferry Saragih, Hendro Siswanto, Juan Revi, hingga Raphael Maitimo. Belum lagi pemain asing yang bakal didatangkan ke Malang. Melihat nama-nama tersebut, Adam Alis dengan jujur mengatakan bahwa persaingan tidak akan mudah.

Dia sadar untuk bisa menjadi pilihan utama di tim Singo Edan bukan pekerjaan gampang. Tapi, dia juga tidak mau hanya menjadi penghangat bangku cadangan. “Kalau melihat pemain-pemain tengah di Arema, mereka sarat dengan pengalaman dan punya teknik bagus. Saya merasa seperti pemain junior. Tapi, saya akan menjadikan itu sebagai motivasi untuk bekerja keras dan bersaing untuk mendapat kepercayaan pelatih,” tutur Adam Alis.

Kondisi di Arema tersebut sudah disadarinya sebelum memutuskan bergabung dengan Arema di pengujung 2016 lalu. Dia merasa tertantang untuk bisa lebih matang dalam menunjukkan kemampuan dan menyikapi persaingan di lini tengah. Satu lagi yang membuatnya berambisi untuk mendapat posisi di tim utama adalah Aremania.

Dia percaya suporter akan terus melihat kemampuannya dan menaruh ekspektasi besar. “Suporter akan menjadi penyemangat saya karena Aremaniatak segan mengkritik performa pemain,” tandasnya. Adam Alis menjadi satu-satunya rekrutan Arema FC sejauh ini di lini tengah. Di sisi lain Arema masih mencari pemain asing untuk posisi gelandang, yakni menyeleksi Faysal Shayesteh, kapten tim nasional Afghanistan.

kukuh setyawan