Edisi 20-03-2017
Teater Raja Tebalek Pukau Ratusan Penonton


MEDAN - Teater Eceng Gondok binaan SMA Negeri 4, Medan, menampilkan pementasan teater secara tunggal di Taman Budaya Sumatera Utara (Sumut), Sabtu (18/3).

Kali ini Teater Eceng Gondok menampilkan Raja Tebalek yang berkisah tentang seorang raja yang singgasananya lebih banyak dikuasai istrinya. Teater ini berisi dialog yang memuat sindiran terhadap kondisi ketatanegaraan dan sosial di Indonesia. Penampilan Raja Tebalek berlangsung dua kali. Pertama, mulai pukul 15.00 hingga 16.30 WIB dan didominasi penonton para pelajar se-Kota Medan.

Adapun penampilan kedua mulai pukul 19.30 hingga 21.00 WIB yang didominasi pelajar dan orang tua. Penampilan Raja Tebalek yang diproduseri Haykal Abimanyu itu mendapatkan antusiasme meriah dari penonton. Berkali-kali adegan demi adegan dan dialog pemeran teater mendapat sambutan yang riuh dari penonton.

Pembina Teater Eceng Gondok SMAN 4, Medan, Sri Kartini Handayani mengatakan, pementasan tunggal Teater Eceng Gondok ini selalu menyajikan hal-hal yang baru dan mengambil naskah yang menarik setiap tahunnya. ”Kali ini kita tampilkan pementasan Raja Tebalek yang isinya banyak sindiran terhadap masalah ketatanegaraan, sosial, dan lainnya.

Itu baik untuk anak-anak supaya mereka bisa belajar tentang bagaimana menjalankan perannya masing-masing,” katanya kepada wartawan di sela-sela pementasan teater Raja Tebalek . Pementasan teater ini memakan waktu berlatih selama tiga bulan karena banyak aspek yang harus dilakukan saat pementasan, mulai dari musik, tarian hingga hafalan naskah dan lainnya.

Dia berharap, penonton yang kebanyakan dari kalangan pelajar ini dapat melihat dunia dengan kacamata yang positif dan dengan energi yang positif pula. ”Sekarang ini kan banyak orang yang tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik seperti pejabat dan lainnya. Makanya disebut dengan Raja Tebalek. Penontondiharapkan mengapresiasi.

Pelajar yang merupakan generasi muda supaya mereka melihat dunia dengan kaca mata positif dan dengan energi yang positif,” sebutnya. Pemimpin produksi Raja Tebalek Haykal Abimanyu menambahkan, pementasan tunggal Raja Tebalek merupakan karya dari Yusrianto Nasution, adaptasi sutradara Ronald Tarakindo. Sedikitnya ada 1.000-an penonton yang ikut menyaksikan pementasan ini.

”Di gedung utama itu kan sedikitnya ada 500 kursi. Nah, semua kursi penuh, dari yang pementasan sore hari hingga malam hari. Ini membuktikan bahwa Raja Tebalek ini mendapat antusiasme dari masyarakat, terutama kalangan remaja,” ucapnya.

eko agustyo fb