Edisi 11-01-2017
HT: Percepat Pembenahan Pendidikan


SIDOARJO – Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, sistem pendidikan nasional harus dibenahi secepatnya. Pembenahan sistem pendidikan nasional akan membawa dampak positif bagi produktivitas dan daya saing nasional.

“Kalau pendidikan tertinggal, kita tidak kompetitif. Negara harus percepat (pembenahan) pendidikan, agar produktivitas dan daya saing meningkat,” kata Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) saat melantik 353 dewan pengurus ranting (DPRt) Partai Perindo Sidoarjo, di Sidoarjo, Jawa Timur, kemarin.

Menurutnya, saat ini sekitar 40% masyarakat hanya mengenyam pendidikan setingkat sekolah dasar (SD). Di sisi lain, kurang dari 10% masyarakat yang bisa mendapatkan pendidikan perguruan tinggi. Setiap tahun rata-rata hanya 1 juta orang yang masuk ke perguruan tinggi. Dengan kondisi ini, bangsa kita butuh 25 tahun untuk menambah 10% atau 25 juta lulusan perguruan tinggi baru.

Menurut HT yang sudah memberikan kuliah umum di lebih dari 150 kampus ini, negara-negara lain sudah jauh lebih maju dalam bidang pendidikan. Taiwan, misalnya, sudah hampir 100% masyarakatnya berpendidikan S-1, Korea Selatan yang selisih dua hari kemerdekaannya dengan Indonesia sudah 86% berpendidikan S-1.

Guna mempercepat pembenahan sistem pendidikan ini, negara harus hadir, baik dengan memberikan subsidi maupun menggalakkan program pendidikan gratis bagi masyarakat. Menurut HT, hal tersebut hanya bisa dilakukan bila Indonesia menjadi negara maju. Untuk itu, daerah-daerah harus dibangun menjadi pilar ekonomi sehingga mempercepat kemajuan Indonesia.

Di Mojokerto, saat berpidato di hadapan kader-kader Perindo, HT menekankan pentingnya pemerataan pembangunan daerah, dan kesejahteraan masyarakat. Tanpa itu semua, Indonesia sulit bergerak menjadi negara maju. Selama ini, kata HT, hanya kota-kota besar yang pembangunannya digencarkan.

Dari jumlah total 514 kabupaten/- kota, sekitar 500 di antaranya masih dalam kategori tertinggal, daerah yang sudah mapan bisa dihitung dengan jari. “Kesenjangan masyarakat kota besar dan daerah semakin lebar. Bangun masyarakat daerah, tanpa pemerataan Indonesia sulit maju,” ujarnya seusai melantik 322 DPRt Partai Perindo se-Kabupaten Mojokerto.

Kondisi senjang itu terjadi karena Indonesia terlalu cepat masuk dalam sistem pasar bebas kapitalisme. Padahal, mayoritas masyarakat secara pendidikan dan kesejahteraan belum siap menghadapinya. Akibat pasar bebas, kesenjangan kesejahteraan masyarakat terus melebar. Aturan berlaku sama bagi masyarakat mapan maupun yang belum mapan sehingga yang belum mapan semakin tertinggal karena tak sanggup bersaing.

Tak ada pilihan lain, strategi harus diubah. Pemerintah harus berpihak kepada masyarakat di daerah dengan memberikan perlakukan khusus dalam bidang pendidikan, kesempatan kerja, dan upaya lain yang memberi kesempatan masyarakat untuk maju. Sangat penting juga kemudahan akses dana murah, pelatihan keterampilan, proteksi dari pasar bebas, dan perlakuan khusus lainnya.

Seiringdengankesejahteraan yang meningkat, lanjut HT, masyarakat produktif akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah sehingga Indonesiabisacepatmajusepertiyang dicita-citakan bersama. HT juga menekankan bahwa percepatan kemajuan Indonesia bisa dilakukan melalui penerapan ekonomi kesejahteraan.

“Ekonomi kesejahteraan, negara hadir dengan perlakuan khusus memberikan kesempatan masyarakat belum mapan naik kelas,” ujar HT di hadapan ribuan kader partai berlambang rajawali itu. Di Nganjuk, HT menekankan pada kader-kader Perindo perlunya membangun infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) profesional.

Kepada 284 DPRt se-Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang baru saja dilantik dia menekankan perlunya bergerak untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. “Bangun organisasi sampai tempat pemungutan suara (TPS). SDM kita juga harus diasah terus dengan pelatihan-pelatihan yang ada,” tuturnya. Setiap kader Partai Perindo akan mengikuti pelatihan kaderisasi.

Seperti latihan dasar kader (LDK) dan training of trainer (ToT). Kader, lanjutnya, harus sering turun ke masyarakat dan berbuat nyata bagi masyarakat melalui berbagai program. Ketua DPW Partai Perindo Jawa Timur Muhammad Mirdasy menyerukan agar jajarannya rajin turun ke masyarakat. Selain menyosialisasikan visi, misi, dan orientasi perjuangan partai, juga untuk memaksimalkan program-program partai.

“Kita harus terus bekerja keras, meningkatkan kualitas kita, harus mau turun ke lapangan demi kemajuan partai, untuk kemajuan Indonesia,” katanya. Mirdasy menambahkan, saat ini Partai Perindo Jawa Timur mulai bergerak membangun struktur partai di tingkat paling bawah, yaitu TPS.

tritus julian / abdul rouf/ okezone