Edisi 11-01-2017
Jarang Masuk Kantor, Kinerja Eksekutif Amburadul


BANGKALAN - Bupati Bangkalan Makmun Ibnu Fuad dalam sorotan. Kali ini, sorotan kencang berasal dari kalangan mahasiswa di Bangkalan, yang menilai kinerja Bupati termuda se-Indonesia itu tidak maksimal dan malah semakin membuat jajaran di pemerintah daerah (pemda) setempat kian amburadul.

Sorotan buruknya kinerja Bupati semakin jelas, setelah adanya sanksi atas keterlambatan pembahasan APBD 2017 oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim). Sanksinya tidak boleh menerima gaji selama enam bulan, dinilai oleh kalangan mahasiswa kalau Pemkab Bangkalan sedangsakitparah.“Bupatitidak serius dalam memimpin dan mengurusi Kabupaten Bangkalan.

Terbukti, sampai ada sanksi segala,” ujar Wakil Ketua Pengurus Cabang PMII Bangkalan Baijuri Alwi kemarin. Baijuri membeberkan, bukti ketidakseriusan Bupati Bangkalan yang kerap dipanggil Momon itu juga terlihat dari aktivitasnya yang jarang masuk kantor. Terbukti, kemarin saat hendak melakukan audiensi, Bupati tidak ada di tempat dan kabarnya juga sering tidak masuk dengan alasan yang tidak jelas.

Tentu, sikap jarang ngantor tersebut membuat roda pemerintahan tidak berjalan maksimal. Imbasnya hingga sekarang adalah struktur organisasi (SO) baru di tingkat Pemkab Bangkalan tidak kunjung direalisasikan, juga tanpa alasan yang jelas dan tentunya berimbas pada pelayanan masyarakat.

Baijuri menilai, kondisi ke depan akan semakin parah karenaBupatimakinjarangmasuk kantor. “Kalau jarang masuk kantor, terus maunya Bupati itu apa. Bukankah kalau seperti itu sikapnya, masyarakat yang dirugikan,” urai Baijuri. Dia mengimbau, kalau memang tidak serius mengurusi pemerintahan atau tidak mampu mengendalikan jajarannya, lebih baik meletakkan jabatannya secara terhormat,” terangnya.

Halyangsamadikatakanoleh alumni GMNI Bangkalan Taufan. Menurutnya, kinerja bupati tidak maksimal karena memang jarang masuk kantor. “Kalau dibiarkan akan makin parah, harusadakontrolyangmaksimal dari jajaran legislatif. Jangan ada kesan pembiaran,” ucapnya.

Subairi