Edisi 11-01-2017
Stok Gula Tembus 100.000 Ton


SURABAYA – Memasuki 2017, harga gula pasir di pasaran masih terkendali. Pemerintah tak ingin harga gula ikut terpuruk seperti cabai yang sampai hari ini masih melambung tinggi.

Terkendalinya harga gula pasir tak lepas dari peran Badan Urusan Logistik (Bulog) Jawa Timur (Jatim) yang mampu menyerap 40% produksi gula pasir. Kepala Perum Bulog Divre Jatim Witono menuturkan, pihaknya gembira harga komoditi gula pasir relatif stabil dalam beberapa bulan terakhir.

Selama ini harga gula rentan. Bahkan, tiap tahun selalu saja ada gejolak harga yang terjadi. Belajar dari banyak pengalaman sebelumnya, Bulog tak ingin lagi ada kenaikan tiba-tiba yang menghantam komoditas gula. Pihaknya ingin melakukan upaya penstabilan harga dengan meningkatkan serapan gula pasir.

“Kalau dihitung sampai saat ini penjualan gula pasir sekitar 40% lewat Bulog. Jumlah itu cukup banyak untuk penjualan gula,” ujar Witono kemarin. Penjualan itu tak hanya dipakai untuk konsumsi masyarakat di Jatim, tapi juga dikirim untuk wilayah lain di luar Jatim. Sehingga dukungan dari Bulog Jatim juga memiliki pengaruh pada daerah-daerah lainnya.

Dari semua serapan gula pasir yang sudah dilakukan, komoditas itu diperoleh Bulog dari banyak pabrik gula (PG) yang tersebar di berbagai wilayah di Jatim. Beberapa daerah yang selama ini menjadi kantong gula masih tetap produktif dalam berproduksi. “Salah satunya dari produksi gula PG milik PTPN X, PTPN XI, RNI dan juga PG Kebun Tebu Mas yang ada di Ngimbang, Lamongan juga kami pasarkan,” ucapnya.

Witono menjelaskan, penjualan gula dari PG milik BUMN dan swasta yang diserap Bulog Jatim masih relatif lebih murah. Pihaknya pun terbantu dengan harga yang masih bisa bersaing. Jika harga eceran tertinggi (HET) yang diminta Presiden Joko Widodo Rp12.500 per kilogram (kg), Bulog Jatim hanya menjual di kisaran harga Rp12.200-12.300 per kg.

“Ini masih terus berlangsung penjualannya, kami terus berusaha menjual di bawah harga pasar. Sebab, untuk stabilisasi harga agar tidak terjadi lonjakan harga yang secara tiba-tiba,” katanya. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, Bulog juga menjual gula premium dengan kemasan yang lebih menarik.

Untuk gula kelas premium ini, Bulog melakukan kerja sama dengan PG Kebon Agung Malang yang dijual Rp14.000 per kg. Mengenaistok ketersediaan gula, saat ini masih ada sekitar 100.000 ton. Mengenai program operasi stabilisasi harga, pihaknya juga turut menyertakan komoditi gula. Kepala Unit Pasar Wonokromo PD Pasar Surya M Masrul menuturkan, harga gula di pasaran sejak awal tahun ini masih menggembirakan.

Tak ada lonjakan harga yang terjadi secara mendadap seperti cabai. Para pedagang juga gembira harga gula tak ikut melambung. “Kalau gula masih aman di pasar. Kami berharap harganya masih terus terkendali seperti ini,” ucapnya.

aan haryono