Edisi 20-03-2017
Dorong Entrepreneur Berkembang


MALANG – Pemkot Malang melakukan validasi data usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk dijadikan acuan pelaksanaan program bantuan dan pendampingan.

Validasi data UMKM ini juga memiliki tujuan memetakan potensi usaha UMKM di Kota Malang. “Melalui validasi data ini kami sekaligus memberikan pelatihan dan arahan bagi para pengusaha pemula,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang Tri Widyani. Menurut Tri, pelatihan motivasi ini bagian dari upaya mengembangkan usaha agar bisa menjadi usaha besar dan menyerap banyak tenaga kerja. “Kami berharap ada semangat bagi para pelaku usaha untuk berkembang.

Sementara pemerintah memberikan stimulan yang baik agar tumbuh jiwa-jiwa entrepreneur yang tangguh,” lanjutnya. Tri meminta pelaku usaha mikro tidak perlu gentar menghadapi persaingan di Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Pasalnya, jika dilihat secara cermat, produk hasil kreasi anak negeri khususnya produk dari pelaku usaha mikro tidak kalah kualitasnya dan bahkan mampu mengungguli produk dari negara tetangga.

Dengan begitu diharapkan para pelaku UMKM mampu manfaatkan peluang sehingga bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. “Apabila sudah menguasai pasar domestik, tidak perlu takut menghadapi MEA. Meskipun nanti ada barang dari luar negeri yang harganya murah, kita tetap bisa bersaing karena kualitas produk kita baik dan lebih unggul,” tuturnya.

Pejabat yang akrab dengan sapaan Yani itu menambahkan, program validasi data usaha mikro ini merupakan usaha yang dilakukan Dinas Koperasi dan UKM dalam memetakan usaha mikro yang ada. Dengan demikian setelah diperoleh data berikut dengan persebaran dan jenis usahanya, pemerintah akan dengan mudah menyuntikkan berbagai formula sebagai stimulan agar usaha mikro bisa lebih maju dan berkembang.

Jika sudah ada peta potensinya, pemerintah bisa memberikan bantuan yang dibutuhkan pelaku usaha mikro. Misalnya standardisasi produk dan peningkatan kompetensi.” Harapannya, pelaku usaha mikro semakin siap menghadapi persaingan global,” ucapnya. Berdasarkan data yang diperoleh, kontribusi UMKM terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) di Provinsi Jawa Timur sudah menembus angka 54%.

Capaian tersebut hampir sama dengan Kota Malang. “Bahkan untuk PDRB Kota Malang, UMKM memberikan kontribusi 85%. Ini artinya mereka memiliki potensi yang besar dan harus diatur dengan baik,” ungkapnya. Salah satu strategi yang kini sedang didorong Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang adalah memaksimalkan skema penthahelix.

Skema itu berarti menggandeng beberapa stakeholder lain seperti akademisi, birokrasi, pelaku usaha, komunitas hingga media untuk mendorong tumbuh kembangnya usaha mikro, setelah itu akan disinergikan dengan program dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, dan program yang ada di kementerian.

Sementara itu konsultan klinik UMKM Irfan Fatoni mengatakan, salah satu tindakan yang diberikan untuk para pelaku usaha pemula dalam usaha mikro adalah menumbuhkan jiwa kewirausahaan dengan dibekali motivasi dan menyiapkan ruang konsultasi serta pendampingan bagi pelaku UMKM. “Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang memiliki klinik usaha mikro Kota Malang.

Fungsinya sebagai tempat konsultasi dan pendampingan bagi para pelaku usaha. Utamanya saat menghadapi kesulitan dalam mengembangkan usaha,” tuturnya. Klinik UMKM tersebut sifatnya informal dan pelaku usaha bisa berkonsultasi dua kali dalam seminggu, yakni setiap hari Selasa dan Kamis. Tempat konsultasi ada di Kantor Dinas Koperasi dan UKM Kota Malang.

yuswantoro