Edisi 20-03-2017
Hubungkan UKM Binaan Dan Petani Dengan Masyarakat


SURABAYA - Pemkot Surabaya kembali menggelar acara “Minggu Pertanian” di halaman Taman Surya, Balai Kota, kemarin.

Ini merupakan kali kedua ajang Minggu Pertanian digelar Pemkot Surabaya sepanjang 2017 ini. Dibanding acara pertama pada 19 Februari lalu, acara kemarin lebih semarak. Itu terlihat dari semakin banyaknya Usaha Kecil Menengah (UKM) binaan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya yang berpartisipasi dalam acara ini. Dari awalnya hanya 20-an UKM, menjadi 40 UKM plus 10 komunitas.

“Acara ini sangat bermanfaat bagi kami selaku masyarakat. Kami bisa berbelanja kebutuhan pokok. Apalagi, harga-harga produk kebutuhan pokok yang dijual lebih murah dibandingkan dengan harga di pasaran,” ujar Mawardi, warga Jojoran. Mawardi yang datang ke Taman Surya bersama istrinya, memang antusias berbelanja kebutuhan pokok. Dia membeli 10 kilogram beras.

Sementara istrinya membeli cabai rawit, bawang merah dan bawang putih, serta minyak goreng. “Harapan kami, acara seperti ini lebih sering digelar, dan sosialisasinya juga lebih gencar supaya ada lebih banyak masyarakat yang tahu. Ini tadi saya kebetulan datang ke Taman Surya, ternyata ada acara ini,” sambung dia. Kasi Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya Antin Kusmira mengaku senang karena animo masyarakat sangat tinggi dalam merespons acara ini.

Menurutnya, acara ini memang digelar untuk menghubungkan para pelaku UKM binaan dan juga petani konvensional dengan masyarakat. Pelaku UKM binaan tersebut berasal dari berbagai kecamatan dan diupayakan dari 31 kecamatan di Surabaya masingmasing ada perwakilannya. “Kami coba memfasilitasi pelaku urban farming dan juga petani yang benar-benar petani untuk langsung memasarkan produknya ke masyarakat.

Jadi terputus dari tengkulak. Ini supaya tidak ada perbedaan harga terlalu jauh dengan pasar,” tutur Antin. Menurutnya, dari 40 UKM binaan tersebut, selain memasarkan produk pertanian berupa sayuran segar seperti cabai dan tomat, ada juga produk pertanian berupa ikan asap, dan produk olahan seperti krupuk bakso ikan, serta produk peternakan seperti telor asin dan bakso daging.

Ada juga Komunitas Hidroponik Surabaya. Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya juga bersinergi dengan PD Pasar Surya dan juga PD RPH. “Kami bekerja sama dengan PD Pasar untuk menyediakan sembako murah,” sambung Antin. Merujuk pada animo masyarakat yang semakin meningkat pada acara Minggu Pertanian ini, Antin mengatakan, sesuai arahan dari Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, acara ini akan terus digelar.

Selama ini, acara ini digelar setiap Minggu pagi pada pekan ketiga. Untuk menyosialisasikan acara ini kepada masyarakat, selain membuat iklan-iklan kecil, Dinas Pertanian juga bersinergi dengan perangkat daerah lainnya untuk membuat informasi di media sosial. “Tujuan kami ini untuk membantu kesejahteraan para pelaku UKM binaan. Pada Februari lalu, omzet acara ini mencapai Rp43 juta sekian.

Dengan meningkatnya animo masyarakat, semoga omzetnya juga semakin meningkat,” ujarnya. Dalam acara Minggu Pertanian ini juga ada pembagian bibit sayuran untuk masyarakat. Ada bibit cabai, tomat, okra, kembang kol dan jambu biji. Saking antusiasnya warga, bibit tersebut langsung habis. Pembagian bibit gratis ini merupakan upaya dari Dinas Pertanian untuk memotivasi masyarakat agar lebih peduli pada pertanian.

ihya ulumuddin