Edisi 21-04-2017
Leptospirosis Sudah Tahap Membahayakan


GUNUNGKIDUL – Penyebaran penyakit leptospirosis di wilayah Kabupaten Gunungkidul masih belum teratasi. Hingga kemarin tercatat ada 50 warga yang terserang penyakit mematikan yang diakibatkan kencing tikus tersebut.


Dari penyebaran yang ada, ada 14 warga dilaporkan meninggal dunia dan diduga lantaran leptospirosis tersebut. Hanya tidak semua rumah sakit mengeluarkan surat keterangan kewaspadaan penyakit ini. Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Zoonensis, Dinas Kesehatan Gunungkidul, Yudo Hendratmo mengatakan, penyebaran leptospirosis berada di tujuh kecamatan.

Masing-masing, tujuh kecamatan meliputi Kecamatan Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semanu, Ponjong, dan Semin. “Untuk antisipasi, dinas kesehatan telah menyebarkan surat edaran tentang kewaspadaan leptospirosis ke kecamatan, puskesmas hingga desa di seluruh Gunungkidul,” papar Yudo kepada wartawan kemarin. Dijelaskannya, dalam surat edaran tersebut masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup bersih serta sehat.

Langkah ini dilakukan guna menekan penyebaran penyakit leptospirosis yang saat ini sudah teridentifikasi di tujuh kecamatan. “Ini upaya menekan karena memang sudah ada 50 pasien,” sebutnya. Selain itu, pihaknya juga mendistribusikan leptotek. Hal ini untuk deteksi dini penyakit leptospirosis. “Namun fokus distribusi alat ini (leptotek) untuk puskesmas-puskesmas yang melaporkan adanya penyakit leptospirosis seperti di Patuk dan Nglipar,” kata Yudo.

Pihaknya juga melakukan audit leptospirosis dari 14 korban meninggal dunia yang diduga akibat penyakit itu. Kemudian setelah dilakukan penelitian, ada enam yang benarbenar ada dugaan kuat. “Namun dari enam korban meninggal dunia, setelah kami audit, hanya ada tiga yang benar-benar positif. Lainnya masih meragukan,” klaim Yudo. Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Hery Kriswanto mengatakan, penyebaran penyakit leptospirosis ini tidak bisa dibiarkan hanya dengan edaran saja.

Dibutuhkan upaya serius dengan obat yang memadai untuk pencegahan. “Dari sisi kasus, jumlah penyebaran di tahun ini mengalami lonjakan secara drastis. Tahun lalu hanya ada empat kasus warga yang terserang leptospirosis, sekarang sudah 50 kasus,”katanya menganalisa. Untuk itu, sistem perencanaan anggaran yang jelas guna pencegahan sangat penting. “Kami akan dukung anggaran pencegahan melalui penganggaran di APBD. Namun harus jelas sistem yang akan dilakukan,” pungkas politikus PAN ini.

suharjono