Edisi 21-04-2017
Tunjangan Guru SMA/SMK Mulai Didistribusikan


BANDUNG – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat memastikan tunjangan profesi guru (TPG) untuk PNS SMA/ SMK/SLB periode Januari-Maret mulai disalurkan dan akan selesai April ini.

Kadisdik Jabar Ahmad Hadadi mengatakan, TPG untuk 18.284 guru tersebut sudah masuk ke semua rekening bank masing-masing. Sementara untuk 1.297 guru masih dalam proses pengiriman. Pencairan itu setelah diterbitkannya SK Nomor 0292.79/D5/TP/ VI/2017 yang diterima oleh Disdik Provinsi Jabar tanggal 18 April 2017. “Saat ini masih ada 1.297 guru yang masih berlangsung proses pencairan dana TPGnya.

Rencananya dana tersebut akan ditransfer ke rekening mereka pada minggu depan atau sebelum akhir April 2017,” kata Hadadi saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, kemarin. Diakui dia, sekitar 2.481 guru belum memenuhi semua persyaratan yang diwajibkan. Hal ini disebabkan karena jumlah jam mengajar yang di-input di dapodik belum linier antara serti_ kat dan mata pelajaran.

Selain mencairkan TPG, Pemprov Jabar juga memberikan honorarium bagi guru dan tenaga kependidikan non PNS pada SMA/SMK/SLB negeri sebanyak 22.627 orang yang nilainya telah mencapai Rp116 miliar hanya untuk triwulan I. Besaran honorarium bulanan untuk pendidik/guru yakni Rp85.000 per jam mengajar tatap muka. Sedangkan besaran honorarium tenaga kependidikan/ pelaksana urusan administrasi dihitung per bulan, sesuai dengan kuali_ kasi pendidikan yang dimiliki.

Sementara itu, Sekretaris Disdik Jabar Firman Adam menyebutkan, Gubernur Jabar akan memberikan tunjangan tambahan penghasilan untuk guru dan tenaga kependidikan PNS SMK/SMA/SLB negeri lebih besar, ditambah pula dengan kompensasi uang makan. Alokasi tunjangan tambahan penghasilan guru pada 24 kota/ kabupaten yang awalnya di bawah Rp500.000 per bulan, dinaikkan menjadi Rp600.000 per bulan.

Tak hanya itu, tunjangan tersebut pun ditambah dengan kompensasi uang makan sebesar Rp500.000 per bulan. “Jadi nanti mereka akan menerima tunjangan Rp1.100.000 per bulannya,” kata Firman. Sedangkan, khusus untuk tiga kota/kabupaten yang alokasi tunjangan tambahan penghasilan gurunya sebelum alih kelola sudah di atas Rp600.000 akan diberikan sama dengan tunjangan tambahan penghasilan yang diberikan oleh kota/ kabupaten.

Seperti Kabupaten Bekasi yang dulunya menerima total tunjangan tambahan penghasilan guru sebesar Rp1 - 2 juta, kini setelah alih kelola mendapat Rp1,5 - 1,7 juta per bulan. Sementara itu, Sekda Jabar Iwa Karniwa mengaku, keterlambatan tunjangan guru terjadi karena masih pada masa transisi alih kelola dari kabupaten/kota ke Pemprov Jabar. Badan Kepegawaian Nasional (BKN) pun memerlukan waktu untuk mengurus proses administrasi peralihan tenaga kependidikan.

anne rufaidah/ agung bakti sarasa