Edisi 21-04-2017
Aku Mrene Golek Informasi Sejarahe Wong Jowo


Ratusan orang keturunan Jawa yang telah tinggal di berbagai negara datang ke DIY untuk belajar sejarah tanah Jawa, tempat nenek moyangnya berasal.

Kunjungan yang diberi tema Javanese Diaspora Event 3 itu salah satunya mendatangi Desa Gilangharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul. Dalam kunjungan, kemarin pagi itu, mereka mendatangi Petilasan Pasujudan Gilanglipuro atau Situs Selo Gilang yang menjadi sejarah awal berdirinya Kerajaan Mataram. Dalam kunjungannya itu, mereka disuguhi Sendratari Lintang Johar di balai desa setempat.

Sendratari hasil kreasi Karangtaruna Gilangharjo itu mengangkat Babad Lintang Johar yang menceritakan lahirnya Kerajaan Mataram dari Wanalipura atau yang kini dikenal dengan Gilangharjo. Koordinator Grup Suriname Ndek Londo (Belanda) Jakiem Asmowidjoyo menyampaikan, kedatangannya itu bertujuan untuk belajar sejarah Jawa karena keberadaannya di Suriname tak lepas dari sejarah nenek moyangnya.

Menurut dia, mempelajari sejarah Jawa sangat penting bagi dia dan orang keturunan Jawa lain yang kini berada di luar negeri. “Aku mrene golek informasi sejarahe wong Jowo ,” katanya dalam bahasa Jawa ngoko. Pria berusia 66 tahun itu menceritakan nenek moyangnya yang berasal dari Mojokerto dan Nganjuk, Jawa Timur dibawa ke Suriname pada tahun 1898.

Dia pun mengaku telah lima kali datang ke Indonesia untuk mencari saudaranya di Mojokerto maupun Nganjuk, namun belum pernah bertemu. Tanda-tanda desa sebagaimana diceritakan nenek moyangnya pun sudah tidak ditemukan, sehingga menyulitkan dalam melacak keberadaan saudarasaudaranya. “Aku wes pernah ndek Nganjuk, tapi goleki desone ora ketemu, gerbang desone wae wes gak ono ,” tuturnya.

Begitu pula saat mencari saudaranya di Mojokerto, dia kesulitan melacak. Setelah mencari informasi didapatkan kabar ada keluarganya yang tinggal di Blitar, namun begitu dicari tidak juga ketemu. Meski sulit menemui keluarga dari nenek moyangnya yang ada di Jawa, Jakiem bersyukur, orangorang keturunan Jawa yang ada dalam perkumpulan menjadi saudara baginya. Ketua Desa Budaya Gilangharjo, Supriyanto menyebutkan, wilayahnya memang pantas untuk didatangi orang-orang keturunan Jawa di luar negeri itu, karena sejarah Kerajaan Mataram berawal dari Gilangharjo.

Situs Selo Gilang sendiri merupakan lokasi Danang Sutawijaya yang saat itu menjadi senopati Kerajaan Pajang bermunajat setelah menerima hadiah Bumi Mataram karena berhasil mengalahkan pemberontakan di Kerajaan Pajang. Dalam munajat itu, dia mendapatkan wahyu Lintang Johar yang memberikan petunjuk bahwa akan menjadi Raja Kerajaan Mataram.

Setelah bermunajat, Danang Sutawijaya berkeinginan membangun Istana di Wanalipuro, namun rencana itu urung karena wilayah itu termasuk wilayah perbatasan. Rencana pembangunan istana akhirnya dilakukan di Kotagede. “Dalam kunjungan ini kami tampilkan Sendratari Lintang Johar karena berisi cerita lahirnya Kerajaan Mataram,” ujarnya.

MUJI BARNUGROHO

Bantul