Edisi 21-04-2017
10.000 Blangko E-KTP Langsung Habis


MEDAN - Blangko elektronikkartu tanda penduduk (e- KTP) yang baru diterima Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) sebanyak 10.000 lembar dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak bertahan lama.

Begitu sampai, langsung habis untuk melayani warga. Berdasarkan data Disdukcapil Kota Medan, jumlah masyarakat yang memegang surat keterangan sementara sebanyak 140.000 orang. Bila dibandingkan dengan kiriman blangko e-KTP hanya 10.000 lembar, tentu jumlahnya masih sangat kurang untuk memenuhi permintaan masyarakat.

Hal ini juga membuat masyarakat kecewa yang telah menghabiskan waktu lama untuk mengurus administrasi kependudukan. Setiap harinya warga harus mengantre sejak pagi hari hanya untuk mendapatkan surat keterangan. Bagi yang datang siang hari, bukan tidak mungkin harus datang lagi keesokan harinya karena urusan belum selesai. Lamanya pengurusan membuat banyak waktu masyarakat terbuang.

Terlebih lagi mereka harus meninggalkan pekerjaan untuk urusan administrasi penduduk tersebut. “Kami sejak pagi sudah mengantre hanya untuk mendapatkan surat keterangan karena blangko tidak ada. Padahal, kami sudah relakan waktu untuk tinggalkan pekerjaan, yang dapat hanya surat keterangan,” tegas Hendra Tanjung, 39, warga Medan Selanyang kepada KORAN SINDO MEDAN, Kamis (20/4).

Sedangkan surat keterangan tersebut hanya bisa dipakai jangka waktu enam bulan. Sementara setiap hari warga yang mengurus e-KTP mencapai 200 orang. Lamanya pengurusan membuat banyak waktu masyarakat yang mengurus terbuang. Pantauan KORAN SINDO MEDAN di Kantor Disdukcapil Kota Medan, Jalan Iskandar Muda, masyarakat yang mengurus e-KTP cukup padat.

Terutama di lantai III, tempat warga mengambil dokumen dan mengisi dokumen yang diperlukan. Setelah itu, warga turun ke lantai I untuk mendapatkan surat keterangan. Selesai di lantai I, masyarakat kembali ke lantai III untuk menunggu tanda tangan kepala dinas di surat keterangan. “Pokoknya intinya kami menunggu satu harian hanya mendapatkan surat keterangan yang bisa dipakai enam bulan,” pungkasnya.

Kabid Pengelolaan Informasi Disdukcapil Kota Medan Elvian Saragih mengakui, blangko yang baru dikirim Kemendagri ke Medan sebanyak 10.000 lembar pada Selasa (18/4) sudah habis. Di satu sisi, Medan membutuhkan sekitar 140.000 blangko e-KTP diutamakan untuk pemula atau yang baru memiliki kartu pengenal kependudukan itu. Sedangkan untuk mengganti karena hilang, pindah alamat, perubahan status, rusak harus bersabar dulu.

“Ini diutamakan untuk pemula atau yang baru memegang e-KTP, tepatnya berusia 17 sampai 19 tahun. Di luar itu bersabar dululah. Kami sedang mengusulkan penambahan. Lagian pengiriman blangko dari pusat tahap kedua belum dilakukan,” katanya. Dia menambahkan, pengiriman blangko tahap kedua kemungkinan tiba Mei mendatang.

Ketua Komisi A DPRD Medan Sabar Syamsurya Sitepu meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan tidak lagi bermain dalam pengurusan administrasi kependudukan. Jika 10.000 blangko untuk masyarakat berusia 17 sampai 19 tahun, maka hal itu harus sungguh-sungguh dialokasikan.

“Yang jadi masalahkan, katanya untuk masyarakat yang berusia 17 sampai 19 tahun, kenyataannya tidak. Kami akan awasi dan kontrol terus. Hal ini untuk memastikan penyaluran dan pendistribusian blangko tersebut sesuai sasaran. Kasihan masyarakat ini. Mereka harus mengantre lama untuk urusan ini,” tandasnya.

reza shahab